AYOJAKARTA.COM – Pemerintah melalui berbagai kementerian dan lembaga terus mempercepat penyaluran bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat.
Memasuki minggu terakhir bulan April 2025, sejumlah program bantuan mulai disalurkan, di antaranya Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), serta Program Indonesia Pintar (PIP) untuk siswa sekolah.
Informasi resmi dari Kementerian Sosial (Kemensos) menyebutkan bahwa penyaluran bansos PKH dan BPNT untuk tahap pertama masih terus berlangsung.
Baca Juga: Buktikan Sendiri! Rezeki Kamu Bisa Mengalir Deras dengan Strategi Ampuh Ini
Total penerima PKH tercatat sebanyak 9,9 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM), sedangkan BPNT menjangkau sekitar 18,8 juta KPM.
Selain PKH dan BPNT, bantuan PIP untuk siswa sekolah juga mulai dicairkan untuk periode Februari hingga April.
Penyaluran dilakukan melalui bank penyalur seperti BRI, BNI, dan Bank Syariah Indonesia (BSI).
Program PIP memberikan bantuan langsung kepada siswa SD, SMP, dan SMA/SMK.
Prioritas pencairan tahap pertama diberikan kepada siswa di tingkat akhir, seperti kelas 6 SD, kelas 3 SMP, dan kelas 3 SMA/SMK, guna mendukung transisi ke jenjang pendidikan berikutnya.
Menariknya, kuota penerima PIP tahun ini ditingkatkan menjadi 20,4 juta siswa dari sebelumnya 18,6 juta.
Peningkatan ini merupakan upaya pemerintah untuk memperluas cakupan bantuan pendidikan bagi keluarga kurang mampu.
Baca Juga: Menag Sebut Tokoh Agama Harus Beri Teladan Pelestarian Alam dengan Gerakan Tanam Sejuta Pohon
Dalam perkembangan terbaru, Kementerian Sosial telah mengeluarkan surat resmi pada 8 April 2025 terkait lanjutan survei Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) oleh pendamping sosial PKH.
Survei ini menjadi acuan penentuan kelayakan penerima bansos ke depan. Survei DTSEN tersebut ditargetkan selesai hingga batas waktu 30 April 2025.
Hasil dari survei ini akan menggantikan penggunaan data DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) dan menjadi rujukan utama untuk seluruh program perlindungan sosial, termasuk bantuan beras 10 kg dan BLT Dana Desa..
Badan Pusat Statistik (BPS) akan bertanggung jawab atas validasi dan pengelolaan data DTSN.
Artinya, mulai tahap berikutnya, data penerima bansos tidak lagi mengacu pada DTKS, melainkan pada hasil pemutakhiran data DTSEN.
Bansos lain yang juga mulai disalurkan adalah BLT Dana Desa. Di sejumlah daerah, penyaluran BLT Dana Desa untuk periode April–Juni 2025 telah dimulai.
Mekanisme pencairan tergantung pada kebijakan masing-masing desa, dengan nominal bantuan sebesar Rp300.000 per bulan.
Baca Juga: Mantan Wakil Presiden Ma'ruf Amin: Situasi Indonesia Tidak Baik-Baik Saja
Namun, sampai saat ini belum ada pengumuman resmi terkait jadwal pencairan bantuan beras 10 kg.
Badan Pangan Nasional masih dalam proses menerbitkan Surat Keputusan (SK) terkait jumlah penerima dan jadwal distribusi.
Diketahui, jumlah penerima bantuan beras tahun ini menurun menjadi 16 juta penerima manfaat.
Sementara itu, penyaluran bansos PKH dan BPNT tahap kedua diharapkan mulai dilakukan pada akhir Mei atau awal Juni 2025.
Pemerintah berupaya menjaga akurasi data agar bantuan tepat sasaran dan menjangkau keluarga yang benar-benar membutuhkan.
Bagi penerima bantuan pendidikan, pencairan PIP termin kedua akan dimulai pada Mei hingga September 2025.
Bagi siswa baru seperti kelas 1 SD dan kelas 1 SMP, proses aktivasi rekening akan dimulai pada bulan Mei dan dilanjutkan secara bertahap hingga akhir tahun.***
Share this article
Informasi resmi dari Kementerian Sosial (Kemensos) menyebutkan bahwa penyaluran bansos PKH dan BPNT untuk tahap pertama