Sudah Tanda Tangan Pengajuan KUR BRI Tapi Uang Tak Kunjung Cair? Inilah 7 Penyebab KUR BRI 2024 Gagal Cair

illustrasi. Inilah 7 Penyebab KUR BRI 2024 Gagal Cair
illustrasi. Inilah 7 Penyebab KUR BRI 2024 Gagal Cair

AYOJAKARTA.COM – Informasi seputar Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI tahun 2024 bisa disimak dalam artikel ini.

Presiden Joko Widodo menganggarkan sebesar Rp46 triliun untuk subsidi bunga Kredit Usaha Rakyat alias KUR di tahun 2024.

Dia memastikan agar subsidi KUR bisa menurunkan bunga pinjaman di perbankan di angka 3 persen untuk usaha mikro dan usaha kecil 6 persen.

Baca Juga: Cara Ajukan Pinjaman KUR BRI Secara Online, Berikut Syarat yang Harus Dipenuhi Oleh Debitur!

Salah satu bank penyalur KUR adalah Bank BRI yang tidak pernah sepi peminat dan menjadi favorit para pelaku usaha.

Saat ini ada beberapa jenis KUR yang ditawarkan oleh Bank BRI, yakni KUR Super Mikro, Kur Mikro, serta Kur Kecil.

Belakangan ini banyak masyarakat yang bertanya mengenai pengajuan KUR BRI yang tidak bisa cair.

Bahkan masih ada unit BRI yang mengatakan jika KUR belum ada padahal KUR sudah resmi disalurkan secara nasional.

Mengapa sudah pengajuan kur, bahkan ada yang sudah tanda tangan tetapi uang tidak kunjung dicairkan oleh pihak Bank BRI?

Baca Juga: Suka Menghitung Angka? 5 Jurusan Ini Bisa Jadi Pilihan, Bukan Hanya Matematika Loh!

Dikutip Ayojakarta.com dari YouTube ENR Project Review pada Kamis 7 Maret 2024, ada beberapa penyebab pengajuan KUR BRI 2024 gagal cair untuk nasabah baru atau nasabah lama.

1. Dokumen pengajuan tidak lengkap atau belum sesuai

Misalnya jika calon debitur tidak memiliki surat keterangan usaha dari desa atau NIB (Nomor Induk Berusaha) maka dari itu pengajuan KUR BRI tidak bisa diproses.

Bisa juga jika status di KTP belum kawin tetapi kenyataannya sudah menikah, maka harus dilakukan perubahan data terlebih dahulu agar pengajuannya bisa diproses.

2. Tidak memiliki usaha

Konsep dan aturan dari kredit KUR dan kredit modal kerja serta investasi lainnya adalah tambahan modal usaha dan investasi usaha dari usaha yang akan dibiayai kredit. 

Jadi kredit ini bertujuan untuk menambah modal usaha yang sudah berjalan, bukan tambahan modal untuk membuka usaha karena risikonya terlalu tinggi sehingga hasil serta prospek usaha belum terbukti.

Maka dari itu syarat memiliki usaha minimal 6 bulan harus terpenuhi agar pencairan KUR BRI 2024 bisa terwujud.

Baca Juga: Bermimpi Jadi Guru? Pilih Saja 7 Kampus dengan Jurusan Pendidikan Terbaik di Indonesia Versi THE WUR 2024, Apa Saja?

3. Terdapat pinjaman di bank atau lembaga lain

Jika memiliki pinjaman komersial baik di Bank BRI atau bank lainnya maka pengajuan KUR BRI 2024 akan ditolak karena sudah menikmati segmen kredit dengan bunga yang lebih tinggi.

Namun calon debitur bisa tetap mengajukan KUR BRI jika memiliki pinjaman yang bersifat konsumtif seperti KPR, kredit kendaraan bermotor, dan sebagainya.

4. Kuota limit akumulasi KUR habis

Perlu diketahui bahwa kuota KR super mikro BRI tahun 2024 sebesar Rp2 triliun dan kuota KUR mikro BRI tahun 2024 sebesar Rp148 triliun secara nasional.

Jadi kuota yang lebih kecil dari tahun 2023 di bagi di seluruh unit BRI se Indonesia, maka dari itu jika kuota sudah habis maka calon debitur akan diarahkan ke Kupedes atau Kupra.

5. SIKP Kementerian Keuangan RI

Nasabah KUR existing atau lama tidak bisa dilakukan suplesi atau pengajuan KUR dengan sisa pinjaman lama dilunasi dari uang pinjaman baru.

Jadi nasabah harus melunasi sisa pinjaman KUR-nya terlebih dahulu karena jika tidak maka akan ditolak oleh sistem SIKP Kemenkeu.

Update SIKP yang lama inilah yang menyebabkan debitur KUR yang sudah akad atau tanda tangan tapi banyak yang gagal atau uang belum masuk rekening.

Hal ini dikarenakan SIKP masih membaca pencairan KUR beririsan dengan pelunasan KUR sebelumnya.

Baca Juga: Tes Penglihatan: Asah Kemampuan Observasimu, Coba Temukan Pisang, Tangan, Jamur pada Gambar Ini, Bisa?

6. Kualitas kredit dan wilayah kerja

Jika calon debitur mengajukan KUR super mikro atau KUR khusus dengan plafon maksimal Rp10 juta, maka pengajuan akan ditolak karena tingkat NPL atau kredit macet super mikro di atas 5 persen secara nasional.

Jika terdapat unit kerja BRI yang tingkat NPL-nya tinggi maka pengajuan akan ditolak karena BRI tersebut tidak bisa memproses KUR.

Jika calon debitur mengajukan ke unit kerja yang tidak sesuai maka pengajuannya juga akan ditolak.

7. Pertimbangan lain

Pertimbangan disini seperti analisa mantri dan kepala unit terhadap paket kredit yang disajikan.

Pertimbangan ini diambil dari karakter, kemampuan bayar, modal atau aset, kondisi usaha lingkungan dan kebijakan, serta yang terakhir kolateral agunan atau jaminan.

Biasanya jika tingkat kredit macet KUR di suatu unit BRI sedang tinggi maka mantra meminta jaminan kredit, meskipun aslinya kur mikro sampai dengan Rp100 juta tidak diwajibkan menyertakan agunan.

Itulah beberapa penyebab KUR BRI 2024 gagal cair dan ditolak oleh pihak bank, semoga bermanfaat.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# subsidi
# pengajuan
# KUR BRI
# gagal cair
# Joko Widodo
# 2024

News Update

Metropolitan

Waspada! Muka Tanah Jakarta Turun 4 Sentimeter per Tahun, Kawasan Muara Baru Jadi yang Terdalam...

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa penurunan muka tanah masih menjadi tantangan lingkungan yang sangat serius bagi ibu kota.

Metropolitan

Soal Sekolah Rusak di Jakarta, Pramono Anung Buka Opsi Perbaikan Pakai Dana CSR hingga KLB!

Pemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan langkah taktis untuk mempercepat perbaikan gedung sekolah yang rusak di ibu kota.

Metropolitan

Dominasi 63 Persen Mobil Listrik Nasional Ada di Jakarta, Bapenda DKI: Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Insentif Pajak

Secara total, potensi kehilangan penerimaan pajak daerah Jakarta dari sektor ini diperkirakan mencapai Rp 2 triliun

Metropolitan

Partisipasi Angkatan Kerja Meningkat, Pemprov DKI: 5,2 Juta Warga Kini Sudah Bekerja

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatatkan tren positif pada sektor ketenagakerjaan di tahun 2026.

Metropolitan

Jakarta Makin Terkoneksi! Pengguna Transportasi Umum Tembus 230 Juta Orang, Ekonomi Ikut Melejit

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah pengguna Transjakarta, MRT, dan LRT mencapai angka 230,8 juta orang.

Jakarta Timur

Cegah Kemacetan Parah, Sudinhub Jaktim Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI Cakung

Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas sementara di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI, Cakung.

Bisnis

Kenalkan Dunia Aviasi Sejak Dini, Intip Aksi Seru Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Hari Anak Nasional 2026

Pertamina Patra Niaga Regional JBB sambut Hari Anak Nasional 2026 lewat Program TAMASYA di Bandung! Kenalkan dunia aviasi dan profesi CRO.

Nasional

HUT ke-65 IKWI: Indah Kirana dan Ketum PWI Pusat Gelorakan Transformasi Keluarga Pers

Peringatan HUT ke-65 IKWI! Ketum Indah Kirana & PWI Pusat serukan solidaritas dan transformasi nyata bagi keluarga besar jurnalis Indonesia.

Metropolitan

Pramono Ungkap Performa Ekonomi Jakarta Membaik, Inflasi Terkendali dan Daya Beli Tetap Kuat

Menurut Pramono Anung, sejumlah indikator makro ekonomi mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi Jakarta terus bergerak ke arah yang lebih baik.

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.

Bisnis

Sulap Tenaga Surya Jadi Penopang Ekonomi, Terobosan Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Kecamatan Balongan

Setahun GARBATERA Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Balongan! Dorong PLTS, PMT balita, dan ekonomi UMKM lokal secara terukur.

News

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Ungkap Sosok 'Adik Saya' yang Akan jadi Pengganti

Nanik S Deyang berharap dengan sosok ini, kebijakan program MBG bisa dilanjutkan dan dijaga sehingga bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.