AYOJAKARTA.COM - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan komitmennya untuk menekan angka tawuran yang masih terjadi di sejumlah wilayah ibu kota.
Menurutnya, berbagai upaya akan terus dilakukan, mulai dari pendekatan persuasif kepada masyarakat hingga penyediaan fasilitas publik yang dapat menjadi wadah aktivitas positif bagi warga, khususnya generasi muda.
Pernyataan ini disampaikan Pramono saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk tidak terlibat dalam aksi yang dapat mengganggu ketertiban umum dan membahayakan keselamatan warga.

"Saya sekali lagi nggak bosan-bosan meminta kepada siapapun yang melakukan tawuran itu untuk menghentikan tawuran di Jakarta," ujar Pramono.
Pramono menilai tawuran tidak memberikan manfaat apa pun dan justru menimbulkan kerugian bagi banyak pihak.
Karena itu, ia berharap masyarakat dapat mengalihkan energi dan waktu mereka ke kegiatan yang lebih produktif.
Dengan adanya penyediaan fasilitas publik, Pram yakin langkah ini akan membangun dan mempererat kerukunan warga.

"Contohnya yang kami bangunkan untuk skateboard, kemudian ring tinju, di tempat yang memang dulu tawurannya sering terjadi," katanya.
Lebih lanjut, Pram mengatakan pihaknya kini tengah mendalami penyebab terjadinya aksi tawuran di wilayah Koja.
Ia menilai periswtia ini terjadi sering kali dipicu oleh hal-hal kecil.
"Berkaitan dengan tawuran Pemerintah DKI Jakarta sekali lagi meminta untuk bener-bener bisa dihilangkan atau minimum dikurangi di Jakarta ini. Dan kami akan memberikan fasilitas untuk itu," jelasnya.***
Share this article
Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.