AYOJAKARTA.COM – Program bantuan sosial merupakan bantuan yang diberikan oleh pemerintah kepada masyarakat menengah ke bawah yang sudah lama disalurkan.
Pemerintah telah mengumumkan akan terus melanjutkan program bantuan tersebut pada tahun 2024 ini.
Salah satu program bansos yang terus disalurkan oleh pemerintah yaitu PKH, BPNT, Beras 10 kg, dan yang terbaru adalah BLT Mitigasi Risiko Pangan.
Untuk bulan Februari ini berbagai program bantuan dari pemerintah sudah mulai disalurkan kepada masing-masing KPM.
Mengenai bantuan beras 10 kg yang dibagikan oleh pemerintah kali ini, banyak masyarakat yang mengeluhkan tidak mendapatkan bantuan beras 10 kg seperti biasanya.
Dikutip dari Naura Vlog, perlu dipahami untuk pembagian beras 10 kg kali ini data penerima akan berbeda dengan data di tahun sebelumnya.
Jika pada tahun 2023 data yang diambil untuk bantuan beras 10 kg dari Kementerian Sosial (Kemensos).
Namun, untuk tahun ini pemerintah akan mengambil data dari Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK).
Data yang dipakai saat ini adalah Data Pensasaran Pencepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrim (P3KE), atau keluarga yang rawan stunting.
Oleh sebab itu, penerima bantuan beras 10 kg kali ini berbeda dengan penerima bantuan PKH dan BPNT sebelumnya.
Baca Juga: Daftar 10 Kota Tersepi di Indonesia, Punya Wilayah Luas tapi Sepi Penduduknya
Presiden Joko Widodo memastikan bahwa bantuan beras 10 kg ini akan terus berlanjut hingga bulan Juni 2024, dengan jumlah penerima sebanyak 22 juta KPM.
Kendati demikian, perlu digaris bawahi meski dalam surat undangan untuk pembagian bansos ini tertera enam barcode.
Namun, untuk pembagian beras 10 kg akan dibagikan secara bertahap dan masing-masing penerima akan mendapatkan beras 10 kg untuk satu kali pencairan.

Share this article
Perlu dipahami untuk pembagian beras 10 kg kali ini data penerima akan berbeda dengan data di tahun sebelumnya.