AYOJAKARTA.COM -- Kabar gembira untuk keluarga penerima manfaat (KPM) terkait pencairan bansos Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Memasuki bulan ramadhan, pemerintah telah menyalurkan bansos baik BPNT maupun PKH ke KPM.
Untuk bansos BPNT alokasi Februari-Maret yang dicairkan lewat PT Pos Indonesia, sebesar Rp 400 ribu sudah mulai dicairkan secara bertahap ke KPM.
Di beberapa daerah telah dibagikan surat undangannya oleh kelurahan setempat, seperti di Tangerang, Cirebon, Langkat dan lain sebagainya itu sudah dibagikan bansos BPNT senilai Rp 400 ribu.
Bagi daerah yang belum juga dicairkan bansos BPNT, diharapkan untuk tetap bersabar karena memang pencairannya bertahap.
Hari ini, tanggal 19-28 Maret 2024 kurang lebih ada empat daerah yang juga akan dicairkan bansos tersebut.
Adapun ke empat daerah tersebut yakni yang pertama Siliragung, Pesanggaran, Tegalsari dan Bangorejo.
Baca Juga: Info Terbaru Bansos BPNT, PKH, dan MRP Hari Selasa Tanggal 19 Maret 2024! Mana yang Sudah Cair?
Untuk penerima KPM BPNT murni maupun KPM BPNT plus PKH yang di bulan Januarinya berhasil dicairkan maka hari ini akan mendapat surat undangan pencairan.
Jangan lupa bawa berkas yang diminta untuk pencairan, seperti KTP asli, KK, dan surat undangan berbarcode yang telah dibagikan.
Kemudian, berhubung tanggal 8-9 April 2024 kemungkinan cuti bersama Hari Raya Idul Fitri, maka untuk BLT Mitigasi Risiko Pangan senilai Rp 600 ribu diprediksi akan cair mulai dari tanggal 1-7 April 2024.
Menko Perekonomian Airlangga Hartanto sebelumnya menyampaikan BLT
Baca Juga: Hore! BPNT Februari-Maret 2024 di PT Pos Indonesia Sudah Mulai Cair di Daerah Ini, Mana Saja?
Mitigasi Risiko Pangan dicairkan sebelum lebaran.
Namun tidak menutup kemungkinan juga di bulan Maret pada proses penyaluran BPNT alokasi Februari-Maret akan disalurkan juga BLT Mitigasi Risiko Pangan.
Nah, itu dia informasi seputar pencairan bansos BPNT yang dikutip Ayojakarta.com dari YouTube Diary Bansos.***

Share this article
Untuk bansos BPNT alokasi Februari-Maret yang dicairkan lewat PT Pos Indonesia, sebesar Rp 400 ribu sudah mulai dicairkan secara bertahap.