AYOJAKARTA.COM - Berkah ramadhan, sejumlah bantuan sosial (bansos) telah mulai disalurkan secara bertahap.
Ada 14.175 KPM di Kabupaten Banyuwangi dari KPM BPNT murni maupun KPM BPNT plus PKH yang bergembira karena bansos mulai dicairkan.
Yang terdiri dari Purwoharjo ada 4201 KPM yang mendapatkan bansos hari ini, lalu Tegaldlimo sebanyak 3.223 KPM.
Dan yang terakhir adalah Kecamatan Muncar, sebanyak 6.751 KPM berbahagia.
Setelah status bansos regulernya yang sudah SI di SIKS-NG, akhirnya hari ini dijawalkan cair sebesar Rp 400 ribu melalui PT Pos Indonesia.
Setelah KPM menerima bantuan sosial tersebut, barulah dia bebas membelanjakan uang tersebut untuk membeli bahan pokok atau kebutuhan lainnya.
Dikutip Ayojakarta.com dari YouTube Diary Bansos, beberapa waktu ini, terdengar kabar ada di daerah tentu yang mengatakan sudah mendapat undangan pencairan untuk BLT
Mitigasi Risiko Pangan, benarkan sudah dicairkan?
Lantas, benarkah BLT Mitigasi Risiko Pangan (MRP) mulai dibagikan surat undangan pencairannya?
Sekedar informasi bantuan dalam rangka kerawanan pangan, itu ada dua jenis di tahun 2024.
Yang pertama dalam bentuk barang, yakni bantuan mitigasi risiko pangan berupa beras 10 kg.
Dan yang kedua adalah BLT Mitigasi Risiko Pangan dalam bentuk uang sebesar Rp 600 ribu.
Baca Juga: 6 Tanda Kamu Suka Memendam Emosi menurut Psikolog, Jangan Dibiarkan Sebelum Meledak
Oleh sebab itu, dari surat undangan yang tersebar di beberapa hari ini bisa disimpulkan itu bukanlah BLT Mitigasi Risiko Pangan sebesar Rp 600 ribu.
Melainkan bansos beras 10 kg alokasi bulan Maret tahap 3 tahun 2024.
Sedangkan untuk BLT Mitigasi Risiko Pangan, hingga artikel ini ditayangkan status di SIKS-NG juga belum muncul.

Share this article
Ada 14.175 KPM di Kabupaten Banyuwangi dari KPM BPNT murni maupun KPM BPNT plus PKH yang bergembira karena bansos mulai dicairkan.