AYOJAKARTA.COM - Memasuki awal September 2024, kabar baik datang bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang telah diverifikasi dan divalidasi oleh Kementerian Sosial.
KPM tersebut kini menerima bantuan sosial (bansos) double, berupa uang tunai Rp 400.000 dan bantuan barang berupa 10 kg beras.
Bantuan ini bukan bagian dari PKH atau BPNT, melainkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang dialokasikan khusus untuk bulan Mei-Juni 2024.
Menariknya, selain menerima bantuan tunai, KPM juga mendapatkan bantuan beras 10 kg.
Proses penyaluran bantuan ini dilakukan melalui PT Pos Indonesia, di mana penerima mendapatkan surat undangan untuk mencairkan dana di kantor pos terdekat.
Namun, ada juga KPM yang menerima bantuan langsung melalui rekening Bank Mandiri, BNI, atau BRI, yang dapat dicairkan di ATM terkait.
Jadi KPM tersebut mendapat bansos untuk atensi API untuk alokasi bulan Mei Juni 2024.
Bagaimana cara mengetahui apakah bantuan atensi API ini sudah tersalurkan? Ciri-cirinya cukup mudah.
Dikutip Ayojakarta.com dari kanal YouTube Naura Vlog pada Sabtu, 7 September 2024 berikut ulasan selengkapnya.
KPM dapat melakukan pengecekan melalui aplikasi Cek Bansos di kemensos.co.id.
Baca Juga: Viral! Anak Anggota DPRD Purbalingga Diduga Terlibat Perdagangan Manusia dan Kasus KDRT
Jika keterangannya menunjukkan "bantuan yatim piatu" dan statusnya "sudah salur" untuk periode Mei-Juni 2024, maka KPM dapat segera mencairkan bantuan di kantor pos atau bank terkait.
Bantuan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah dalam mendukung masyarakat yang membutuhkan, terutama untuk memenuhi kebutuhan dasar.
Tidak hanya itu, pemerintah juga akan menyalurkan tambahan 10 kg beras lagi pada bulan Agustus, Oktober, dan Desember 2024 sebagai bagian dari program bansos reguler seperti PKH dan BPNT.
Segera cek status bansos Anda dan pastikan untuk mengikuti arahan pencairan yang sesuai agar bantuan tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik.***

Share this article
Bagaimana cara mengetahui apakah bantuan atensi API ini sudah tersalurkan? Ciri-cirinya cukup mudah, apa?