AYOJAKARTA.COM - Sebagai bentuk stimulus ekonomi bagi keluarga pra sejahtera, pemerintah kembali menyalurkan bansos bagi para KPM.
Selain untuk menjaga kestabilan roda ekonomi, penyaluran sejumlah bansos bagi para KPM juga bertujuan untuk membantu meningkatkan daya beli bagi masyarakat pra sejahtera.
Menyadari hal tersebut, pada awal Januari 2025 pemerintah telah menyiapkan sepuluh jenis bansos yang akan disalurkan kepada para KPM di seluruh Indonesia.
Baca Juga: MK Hapus Presidential Threshold, Pilpres 2029 Berpotensi Lebih Banyak Calon
Deretan Bansos Awal Tahun 2025
Adapun jenis bantuan sosial pertama yang akan mulai disalurkan pada awal Januari 2025 adalah Program Makan Bergizi Gratis atau MBG.
Dengan nilai anggara di tahap pertama sebesar Rp 71 Triliun, bantuan sosial berupa program MBG menyasar kepada peserta didik dari tingkat PAUD hingga SMA.
MBG akan diberikan jam 8 pagi bagi maksimal kelas 2 SD, jam 9:30 bagi siswa kelas 3 hingga 6 SD dan jam 12 siang waktu setempat bagi siswa tingkat SMP dan SMA.
Jenis bansos kedua yang akan disalurkan di awal tahun 2025 adalah bansos Program Beras Pemerintah atau PBP.
Baca Juga: Daftar Teknologi Canggih yang Diprediksi Hadir di Tahun 2025, Nomor 5 Mampu Menggeser Peran Manusia?
Menyasar kepada 16 juta keluarga penerima manfaat, bansos PBP akan diberikan berupa beras sebanyak 10 kilogram bagi masing-masing KPM setiap bulan.
Adapun bansos ketiga yang juga akan disalurkan di awal tahun 2025 adalah PKH atau Program Keluarga Harapan dengan nominal Rp 200,000 setiap bulan.
Selain PKH, bansos program reguler selanjutnya yang disalurkan pada awal 2025 adalah Bantuan Pangan Non Tunai atau BPNT.
Bansos selanjutnya yang disalurkan di awal 2025 adalah Program Indonesia Pintar atau PIP bagi siswa tingkat dasar hingga menengah serta KIP Kuliah bagi mahasiswa.
Jenis bansos ketujuh yang juga akan disalurkan kepada para KPM di awal tahun 2025 adalah Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan atau PBI JK sebesar 42,000 per individu.
Adapun bansos kedelapan yang akan diberikan di bulan Januari adalah diskon Tarif Listrik sebesar 50 persen, khusus bagi rumah tangga dengan nilai ampere maksimal 2,200 VA
Disamping bansos serta subsidi listrik, stimulus ekonomi berupa insentif juga diberikan pemerintah bagi kelas menengah serta UMKM dan Industri Padat Karya.
Bantuan stimulus bagi kelas menengah adalah sebagian PPN yang ditanggung pemerintah, serta pembebasan PPH final bagi pelaku usaha dengan omset 500 juta per tahun.
Dengan adanya sejumlah bantuan sosial bagi keluarga pra sejahtera dan insentif untuk masyarakat kelas menengah serta pelaku usaha, roda ekonomi terus berputar. ***

Share this article
pada awal Januari 2025 pemerintah telah menyiapkan sepuluh jenis bansos yang akan disalurkan kepada para KPM di awal tahun 2025