AYOJAKARTA.COM -- Meski Infinix GT Ultra hadir dengan berbagai fitur unggulan, HP ini memiliki beberapa kekurangan cukup mendasar sebagai smartphone gaming premium.
Ketiadaan jack audio 3.5mm menjadi hambatan serius bagi para gamer yang mengandalkan headset kabel untuk mendapatkan audio latency minimal dan kualitas suara terbaik saat bermain game kompetitif.
Absennya slot kartu memori juga menjadi batasan yang signifikan mengingat ukuran game modern yang semakin besar.
Baca Juga: Infinix Note 40 Pro Plus 5G: HP Berkamera 108 MP OIS Cocok Buat Penyuka Fotografi
Sehingga pengguna harus sangat cermat dalam mengelola penyimpanan internal meskipun tersedia dalam kapasitas hingga 512GB.
Penggunaan antarmuka XOS yang terkenal dengan bloatware dan iklan yang cukup mengganggu juga berpotensi mempengaruhi pengalaman pengguna secara keseluruhan.
Sistem pendinginan CoolMax yang menggunakan kipas aktif di bagian belakang, meskipun efektif dalam mengatasi masalah panas.
Membawa konsekuensi pada desain perangkat yang lebih tebal dan berat dibandingkan smartphone pada umumnya.
Baca Juga: Bocoran Lengkap Spesifikasi dan Harga Infinix Note 50 Series, Siap Rilis Maret 2025 di Indonesia
Keberadaan kipas aktif juga menimbulkan potensi masalah baru seperti kebisingan saat beroperasi dan kemungkinan masuknya debu yang dapat mengganggu kinerja sistem pendingin dalam jangka panjang.
Teknologi Air Charge yang inovatif masih memiliki keterbatasan dalam hal efisiensi pengisian daya dan area charging yang sangat spesifik.
Membuatnya lebih terkesan sebagai fitur eksperimental daripada solusi praktis untuk penggunaan sehari-hari.
Selain itu, penggunaan chipset MediaTek Dimensity 9300 meskipun powerful, masih menimbulkan kekhawatiran terkait optimisasi game dan stabilitas performa dalam jangka panjang mengingat track record MediaTek di segmen gaming yang belum sekuat Qualcomm.
Infinix sebagai merek yang lebih dikenal di segmen entry-level dan mid-range juga menghadapi tantangan dalam hal persepsi brand dan dukungan after-sales untuk produk premium.
Ketidakjelasan mengenai ketersediaan suku cadang, kualitas service center, dan konsistensi update software menjadi pertimbangan serius bagi konsumen yang hendak berinvestasi pada smartphone gaming kelas atas.
Meskipun dijanjikan update sistem operasi selama tiga tahun dan update keamanan selama empat tahun, track record Infinix dalam hal kecepatan dan konsistensi update masih perlu dibuktikan.
Baca Juga: Rekomendasi HP di Bawah Rp5 Jutaan Terbaik Awal 2025, Ada Samsung A16 5G dan Infinix GT20 Pro
Batasan dalam hal ekosistem gaming, seperti ketiadaan aksesori gaming khusus dan partnership dengan developer game populer.
Juga bisa menjadi kendala dalam bersaing dengan established gaming phone seperti ROG Phone dan Red Magic yang telah memiliki ekosistem gaming yang matang.***

Share this article
Meski Infinix GT Ultra hadir dengan berbagai fitur unggulan, HP ini memiliki beberapa kekurangan cukup mendasar sebagai smartphone gaming.