AYOJAKARTA.COM -- Meski Samsung Galaxy S25 Ultra menawarkan teknologi canggih dan spesifikasi kelas atas, HP ini masih memiliki beberapa kekurangan yang patut diperhatikan oleh calon pembeli.
Salah satu kelemahan paling mencolok adalah desain frame yang sangat kotak dan tajam, yang membuat perangkat ini tidak nyaman digenggam tanpa casing.
Sisi-sisi tajam di bagian transisi antara frame dan layar serta antara frame dan panel belakang menciptakan sensasi yang kurang ergonomis saat digunakan dalam waktu lama.
Baca Juga: Unggul di Semua Aspek, Samsung Galaxy A56 Siap Meluncur ke Indonesia, Jadi Momok para Mid-range!
Perubahan desain ini sebenarnya merupakan langkah mundur dari Samsung Galaxy S24 Ultra yang memiliki sisi yang lebih melengkung dan nyaman dipegang.
Selain itu, pelindung modul kamera bawaan yang tebal dan menonjol membuat perangkat tidak bisa diletakkan secara stabil pada permukaan datar, serta menciptakan ketidakseimbangan visual pada bagian belakang smartphone.
Material titanium yang digunakan, meskipun premium, justru terlihat kurang menonjolkan tekstur seratnya dibandingkan generasi sebelumnya.
Sehingga mengurangi kesan mewah yang seharusnya menjadi ciri khas seri Ultra.
Masalah desain ini menjadi semakin mencolok mengingat harga premium yang dibebankan untuk perangkat flagship ini.
Keterbatasan lain yang signifikan terletak pada paket pembeliannya yang sangat minimalis.
Baca Juga: Smartphone Flagship Jepang Siap Saingi Oppo dan Samsung, SHARP Aquos R9 Pro Resmi Hadir di Indonesia
Samsung tidak lagi menyertakan kepala charger ataupun casing pelindung dalam kotak penjualan, padahal keduanya sangat dibutuhkan mengingat kebutuhan daya yang tinggi dan desain yang tidak ergonomis.
Pengisian baterai yang optimal membutuhkan adaptor daya berkekuatan tinggi yang harus dibeli terpisah, menambah biaya total kepemilikan perangkat.
Meskipun dilengkapi dengan S Pen, kemampuan stylus ini tetap terbatas hanya pada seri Ultra dan tidak dapat digunakan pada model lain dalam seri Samsung Galaxy S25, mengurangi ekosistem perangkat yang kohesif.
Ukuran fisik Samsung Galaxy S25 Ultra yang besar dengan layar 6,8 inci juga membuatnya sulit digunakan dengan satu tangan, terutama bagi pengguna dengan tangan berukuran kecil hingga sedang.
Desain yang bulky ini, dikombinasikan dengan bobot yang cukup berat, membuat penggunaan harian jangka panjang menjadi kurang nyaman tanpa bantuan casing yang dapat memperbaiki ergonomi perangkat.
Dari segi perangkat lunak dan pengalaman pengguna, Galaxy AI meskipun canggih, masih mengkonsumsi sumber daya sistem yang signifikan dan dapat mempercepat penurunan performa dari waktu ke waktu.
Fitur-fitur AI yang banyak juga dapat terasa membingungkan dan berlebihan bagi sebagian pengguna yang lebih menyukai antarmuka yang sederhana.
Interface One UI, walaupun kaya fitur, tetap membawa bloatware dan aplikasi duplikat yang tidak dapat dihapus sepenuhnya, menghabiskan ruang penyimpanan dan mempersulit navigasi menu.
Sistem operasi yang kompleks ini juga berpotensi menerima pembaruan yang lebih lambat dan durasi dukungan yang lebih pendek dibandingkan beberapa kompetitor.
Mengingat harga premium Samsung Galaxy S25 Ultra, banyak pengguna mungkin mengharapkan pengalaman yang lebih terpadu dan efisien, bukan sekedar penambahan fitur demi kepentingan pemasaran.
Meskipun spesifikasi kamera sangat mengagumkan di atas kertas, hasil praktis dari fotografi 200 megapiksel tidak selalu memberikan peningkatan kualitas yang sepadan dengan besarnya file.
Dan kebutuhan pemrosesan yang lebih tinggi, terutama untuk penggunaan media sosial atau pencetakan berukuran standar.***

Share this article
Meski Samsung Galaxy S25 Ultra menawarkan teknologi canggih dan spesifikasi kelas atas, HP ini masih memiliki beberapa kekurangan.