AYOJAKARTA.COM -- Poco F7 Ultra hadir sebagai smartphone termahal dari Poco yang dijual resmi di Indonesia.
Hal ini menandai langkah berani produsen yang sebelumnya dikenal dengan perangkat kelas menengah berkualitas tinggi.
Dengan harga sekitar Rp10 juta (tergantung varian RAM dan penyimpanan), Poco F7 Ultra menawarkan spesifikasi flagship seperti prosesor Snapdragon 8 Elite yang menghasilkan 2,5 juta poin di Antutu.
Baca Juga: Perbandingan Menyeluruh POCO X7 Pro vs POCO X6 Pro: Mana yang Lebih Gahar dan Worth It?
Layar AMOLED 6,67 inci beresolusi 2K dengan refresh rate 120Hz dan kecerahan puncak 3.200 nits saat memutar konten HDR, serta dilindungi Poco Shield Glass yang diklaim 10 kali lebih keras dari Corning Gorilla Glass 7i.
Konfigurasi kamera pada perangkat ini juga mengesankan dengan tiga kamera belakang (utama 50MP, telefoto 50MP, dan ultrawide 32MP) yang menghasilkan foto berkualitas tinggi dalam berbagai kondisi pencahayaan, meski kamera ultrawide masih memiliki perbedaan kualitas yang terlihat dibandingkan kamera utama.
Fitur tambahan yang menarik adalah chip Vision Boost D7 yang memberikan kemampuan interpolasi frame rate pada game hingga terasa seperti 120fps meski game hanya mendukung 60fps. Ada pula kemampuan pengisian daya cepat 120W dan pengisian nirkabel 50W yang tidak dimiliki oleh beberapa pesaingnya.
Baca Juga: Mau Beli POCO F7 Pro? Ketahui Dulu Kelebihan dan Kekurangan Ini, Worth atau Tidak...
Meski membawa banyak fitur premium, Poco F7 Ultra masih menunjukkan beberapa karakteristik yang umum dijumpai pada perangkat Poco kelas menengah.
Seperti antarmuka pengguna Hyper OS 2 dengan Poco UI yang tidak banyak berubah dan masih menampilkan iklan pada aplikasi bawaan, serta penggunaan USB 2.0 bukan USB 3.0 yang lebih cepat.
Perangkat ini juga belum mengadopsi teknologi LTPO untuk layarnya, yang berarti refresh rate hanya bisa berada di 60Hz atau 120Hz.
Tidak bisa turun ke level yang lebih rendah seperti 30Hz atau bahkan 1Hz seperti yang ditawarkan smartphone flagship lainnya untuk penghematan baterai yang lebih baik.
Kapasitas baterai 5.300 mAh juga lebih kecil dibandingkan beberapa pesaingnya seperti iQOO 13 yang memiliki baterai 6.100 mAh, meskipun masih lebih besar dibandingkan Samsung Ultra.
Namun, keterbatasan ini diimbangi dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan dengan smartphone flagship lain yang menawarkan chipset yang sama.
Menjadikan Poco F7 Ultra sebagai opsi yang menarik bagi konsumen yang menginginkan performa flagship dengan harga yang relatif lebih terjangkau.
Secara keseluruhan, Poco F7 Ultra memposisikan diri sebagai opsi "value flagship" yang menawarkan performa tinggi dengan harga yang lebih kompetitif, meskipun tidak serta-merta mengungguli semua pesaingnya dalam segmen harga premium.
Desain perangkat ini menggabungkan elemen glossy dan matte dengan modul kamera bulat yang mengingatkan pada beberapa perangkat lain, meski tidak terlihat terlalu premium atau istimewa dibandingkan dengan kemasan dan penampilannya.
Performa gaming sangat mengesankan berkat Snapdragon 8 Elite yang mampu menjalankan game seperti Genshin Impact pada 60fps stabil dengan suhu yang terkendali di sekitar 41 derajat Celsius.
Kualitas perekaman video juga cukup baik dengan stabilisasi yang lebih baik dibandingkan beberapa pesaing, meskipun terbatas pada resolusi 1080p 60fps untuk kamera depan tanpa opsi 4K.
Poco F7 Ultra mungkin bukan pilihan terbaik tanpa perdebatan di kelasnya, tetapi menawarkan nilai yang sangat baik bagi konsumen yang prioritasnya adalah performa tinggi dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan flagship lainnya.
Menjadikannya pilihan yang menarik bagi mereka yang tahu persis apa yang mereka butuhkan dari sebuah smartphone.***

Share this article
Poco F7 Ultra menawarkan spesifikasi flagship seperti prosesor Snapdragon 8 Elite yang menghasilkan 2,5 juta poin di Antutu.