AYOJAKARTA.COM – Harvard University sebuah perguruan tinggi yang terletak di Cambridge, Massachusetts, Amerika, merilis kabar mengejutkan tentang Indonesia.
Melalui riset yang dilakukan oleh para Peneliti, Harvard University menyebut Indonesia adalah negara paling sejahtera di dunia.
Mengalahkan Jepang dan berbagai negara di seluruh benua, Harvard University menilai kesejahteraan masyarakat Indonesia berlaku secara menyeluruh.
Memperoleh tingkat kesejahteraan mencapai 8,47 persen dari skala 1 hingga 10, Indonesia berhasil mengalahkan Meksiko, Filipina, USA, dan Jepang.
Berbeda dari riset-riset sebelumnya yang lebih mendefinisikan kesejahteraan condong pada perekonomian, gagasan Flourishing kali ini mencakup banyak aspek hidup.
Selain keselarasan dan harmoni sosial, indikasi kesejahteraan yang dijadikan acuan adalah karakter dan kebajikan dari para penduduknya.
Dari sebanyak 200,000 responden di 20 negara atau 64 persen populasi dunia, Indonesia memiliki sesuatu yang tidak dimiliki oleh negara manapun.
Baca Juga: Fantastis! Bansos Tambahan Rp7 Juta Dikabarkan Cair Juni 2025, Siapa Saja yang Berhak Jadi Penerima?
Menurut penelitian Harvard University, kualitas hubungan sosial masyarakat Indonesia menempati urutan tertinggi dibandingkan negara-negara lain di dunia.
Kuatnya hubungan sosial dari masyarakat Indonesia, dapat tercermin melalui nilai-nilai kebersamaan seperti Gotong Royong.
Kontras dengan Amerika Serikat yang menempati urutan ke 12 ataupun Jepang sebagai negara paling rendah menyangkut hubungan sosial, Indonesia jauh berbeda.
Dikenal sebagai negara dengan angka harapan hidup terbesar dunia, Jepang menurut penelitian tidak memiliki hubungan sosial yang kuat dan mengakar seperti Indonesia.
Baca Juga: Hasil Cek Saldo PKH dan BPNT Tahap 2 Terbaru 27 Mei 2025: Apakah Dana Sudah Masuk?
Meski tidak terlalu menonjol dalam bidang ekonomi, masyarakat Indonesia justru sangat mendominasi dalam hal rasa dan kebersamaan.
Menurut penelitian, salah satu penyebab rendahnya tingkat hubungan sosial dari negara-negara Adidaya karena tingginya aspek pendapatan ekonomi.
Hidup dalam iklim persaingan yang konstan dan cenderung individual, negara-negara selain Indonesia menjadi lupa makna kebersamaan.
Salah satu penyebab kuatnya nilai kebersamaan masyarakat Indonesia, menurut hasil penelitian adalah karena adanya tradisi dan acara-acara keagamaan.
Baca Juga: Bagi yang Lupa, Begini Cara Cek Ulang Nomor Pendaftaran SNBT 2025 untuk Buka Pengumuman UTBK 2025
Mengacu pada hasil penelitian tersebut, para Ilmuwan berharap agar masyarakat dunia lebih memperluas cakupan dan perspektif mengenai kesejahteraan.
Bukan semata-mata soal ketersediaan sarana dan materi, untuk mencapai tingkat kesejahteraan yang lebih bermakna masyarakat dunia perlu berkiblat pada Indonesia.
Disamping terus meningkatkan perekonomian, hal penting yang sama sekali tidak boleh dilupakan masyarakat dunia adalah teknologi batin sebagaimana dimiliki Indonesia.
Ajaran tentang nilai-nilai ketuhanan dan spiritual sebagai pondasi kesehatan mental, dapat menjadi penentu tingginya kesejahteraan sosial dan kualitas moral.
Makmur secara ekonomi, menurut Byron Johnson selaku Direktur Proyek Penelitian, tidak selalu berkaitan dengan kualitas hidup. ***

Share this article
Harvard sebut Indonesia negara paling sejahtera di dunia berkat kuatnya nilai sosial, gotong royong, dan spiritualitas, kalahkan Jepang & AS