AYOJAKARTA.COM - Tanggal 2 Juni 2025 menjadi hari yang menggembirakan bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) program bantuan sosial, khususnya untuk penerima BPNT dan PKH.
Berdasarkan pemantauan aplikasi SIKS-NG Supervisor yang merupakan aplikasi paling update dibandingkan aplikasi pendamping sosial.
Status BPNT tahap kedua telah mengalami perubahan signifikan dari "verifikasi rekening" menjadi "belum SI" di Bank BRI.
Status "belum SI" ini menandakan bahwa proses SPM (Surat Perintah Membayar) dan SP2D (Surat Perintah Pencairan Dana) telah dilewati.
Sehingga pencairan BPNT dengan nominal Rp600.000 untuk periode April-Mei-Juni 2025 diprediksi akan terealisasi dalam waktu 1-7 hari ke depan, bahkan biasanya pencairan sudah mulai terlihat dalam 1-3 hari.
Sementara itu, untuk penerima yang gagal verifikasi rekening akan dialihkan ke PT Pos Indonesia dan pencairannya dijadwalkan di akhir periode, kemungkinan akhir bulan Juni 2025.
Terdapat perbedaan signifikan antara aplikasi SIKS-NG Supervisor dan aplikasi pendamping sosial dalam menampilkan status terkini bantuan sosial.
Aplikasi pendamping sosial masih menunjukkan tahap "evaluasi komponen" bahkan beberapa pendamping belum melakukan evaluasi komponen dan masih dalam tahap penentuan KPM.
Sedangkan aplikasi Supervisor sudah jauh lebih update dengan menampilkan status verifikasi rekening.
Kriteria desil menjadi faktor penentu utama kelayakan penerima bantuan, dimana KPM yang masuk dalam desil 1, 2, dan 3 memiliki peluang besar untuk menerima bantuan sosial PKH dan BPNT.
Sementara yang masuk desil 4, 5, 6 ke atas memiliki peluang fifty-fifty untuk menerima bantuan.
Khusus untuk penerima PKH yang sudah mencapai masa kepesertaan 5 tahun, mereka yang berada di desil 1-3 masih dapat mendaftar program pemberdayaan (program PENA).
Sedangkan yang berada di desil 4 ke atas akan dikeluarkan dari kepesertaan PKH.
Kabar menggembirakan lainnya adalah pencairan PKH komponen lansia telah dimulai pada dini hari tanggal 2 Juni 2025 pukul 01.20 WIB, dengan bukti konkret adanya saldo masuk sebesar Rp600.000 yang tercatat di rekening BNI Pandai Bansos.
Pencairan ini khusus untuk komponen lansia dengan nominal Rp600.000 per orang, dan transfer tersebut berasal langsung dari Kementerian Sosial Republik Indonesia yang teridentifikasi melalui kode "BNI Pandai Bansos" pada riwayat transaksi.
Penerima dapat melakukan pengecekan saldo melalui berbagai platform seperti TPLUS, BNI Pandai, Tabunganku, dan platform lainnya yang terhubung dengan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
Perkembangan positif ini menunjukkan bahwa Kementerian Sosial telah mulai melaksanakan pengumuman sebelumnya tentang penyaluran bantuan PKH dan BPNT secara merata dan bertahap yang dimulai sejak 28 Mei 2025.
Meskipun realisasi pencairan berbeda-beda sesuai dengan wilayah dan kategori penerima masing-masing.***

Share this article
Tanggal 2 Juni 2025 menjadi hari yang menggembirakan bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) program bantuan sosial