AYOJAKARTA.COM - Seiring berkembangnya zaman, semakin marak pula berbagai jenis penipuan di dunia digital.
Belakangan ini tengah ramai modus penipuan lowongan kerja (loker) like dan subscribe YouTube yang diming-imingi akan mendapat imbalan.
Salah satu korban menceritakannya di Twitter soal nasibnya yang tertipu dengan modus loker like dan subscribe.
Baca Juga: Bocoran Cawapres Anies Baswedan! 80 Persen Adalah Sosok Ini, Siapa?
Akun Twitter @Giarsyahsyifa menceritakan bagaimana awalnya ia sampai tertipu dengan modus penipuan loker freelance yang hanya like dan subscribe.
Pertama ia mendapatkan tawaran pekerjaan tersebut dari pesan WhatsApp (WA) kemudian lanjut ke Telegram.
Dalam Telegram ia dimasukkan ke dalam sebuah grup yang beranggotakan sekitar 300 orang.
Modus awal ia hanya diminta like dan subscribe channel YouTube para mitra perusahaan penipu itu.
Baca Juga: Sah, MK Putuskan Sistem Pemilu Dengan Proporsional Terbuka
Kemudian setelah selesai, memang benar dia diberi imbalan sekitar Rp 15 ribu dan naik menjadi Rp 30 ribu.
“tugas peningkatan ni tujuannya supaya reward yg kita terima naik. Asalnya 15rb jadi 30rb.. Receh? Memang.. tapi yg aku rasain disini secara psikis aku udah mulai terhanyut dgn permainan mrk, jd aku ttep lanjutin. Ditambah grup besar mereka jg tampaknya meyakinkan sekali.” tulisnya.
Setelah itu, korban dikeluarkan dari grup yang berjuamlah 300 orang itu, lalu dimasukkan ke grup yang hanya berjumlah 5 orang dnegan berdalih VIP Grup khusus untuk orang yang punya rewards besar.
Kemudian lama-lama pelaku meminta korban untuk memberikan tugas untuk melakukan deposit di website crypto. Dengan nominal hingga jutaan.
Karena terhanyut dengan reward yang sebelumnya dia dapat dan mengira akan aman, korban pun mengikuti perintah tersebut.
Kemudian korban diminta pelaku untuk mereview dan memberikaan rating hotel.
Setelah itu tugas selanjutnya adalah kembali untuk melalukan deposit. Dan begitu seterusnya hingga tanpa sadar dirinya tah tertipu.
Korban serupa juga banyak yang mengadukan keluhannya di sosial media.
Ada yang mendapat pesan WhatsApp dari bukan nomor yang berasal dari Indonesia dan mengaku dari perusahaan penyedia lowongan kerja.
Kemudian ditawari untuk bekerja freelance yang hanya follow, like akun Instagram dll, namun ujung-ujungnya ditipu.***

Share this article
Belakangan ini tengah ramai modus penipuan lowongan kerja (loker) like dan subscribe YouTube yang diming-imingi akan mendapat imbalan.