AYOJAKARTA.COM - Menjadi salah satu varian kendaraan yang banyak diminati, keberadaan motor matic sudah tidak bisa lagi dipungkiri.
Selain nyaman dan mudah untuk dikendarai, motor matic juga relatif dijadikan pilihan bagi masyarakat perkotaan.
Tanpa harus sibuk mengatur tuas kopling atau sistem transmisi, motor matic dinilai cocok untuk suasana jalan yang dipenuhi dengan kemacetan.
Baca Juga: Kamu Bisa Tenang Sekarang, Ikuti 6 Cara Mencegah dan Mengatasi Kerusakan pada Motor Matic
Namun demikian, tidak banyak pemilik motor matic yang terkesan atau bahkan memang kurang peduli dengan kendaraannya.
Akibatnya bukan saja timbul kerusakan pada kendaraan, tetapi juga usia pemakaian motor yang relatif menjadi sangat singkat.
Guna menyiasati agar motor matic tidak mudah rusak dan usia pemakaian bisa lebih lama, hal-hal berikut perlu diperhatikan pemiliknya.
Baca Juga: 5 Ciri Oli Gardan Motor Matic Sudah Habis, BBM Jadi Boros dan Suara Berisik
Pertama, menahan gas motor matic atau RPM di tengah kemacetan atau ketika motor dalam kondisi diharuskan berhenti.
Disadari atau tidak, kebanyakan pengguna motor matic banyak melakukan cara ini ketika berada di kemacetan atau ngegas sambil nge-rem.
Dampak dari perilaku menahan gas sambil menarik tuas rem secara bersamaan, akan membuat kanvas kopling cepat rusak.
Baca Juga: Tarikan Gas Motor Matic Berat? Berikut 4 Kerusakan Ringan yang Sering Diabaikan, Hati-hati Fatal!
Kedua, alih-alih ingin berada dalam posisi ride standby, pengendara justru menarik tuas rem secara berlebih sehingga berdampak pada kanvas dan lampu rem.
Ketiga, banyak pengendara motor matic yang membuka gas dengan jumlah besar atau gaspoll ketika beranjak dari lampu merah.
Dampak dari kebiasaan melakukan hal ini terhadap kendaraan adalah kerusakan pada bagian V-belt roller serta boros BBM.
Baca Juga: 4 Perbedaan Mesin Motor Matic dan Manual, Mana Lebih Irit BBM?
Kebiasaan keempat yang sering dilakukan pemilik kendaraan matic adalah kurang menjaga atau mengabaikan kebersihan CVT.
Dampak dari kurangnya melakukan perawatan terhadap komponen CVT akan mengakibatkan motor matic tersendat atau berdenyit.
Selain komponen CVT yang perlu diperhatikan, kebiasaan pemilik motor matic yang sering mengakibatkan kerugian adalah tidak memperhatikan oli CVT.
Baca Juga: 10 Hal Wajib Diteiliti Sebelum Beli Motor Matic Seken
Oli yang digunakan pada komponen CVT sering juga disebut oleh pemilik kendaraan dengan istilah oli gardan.
Setiap menempuh jarak tertentu, atau setelah kendaraan menerjang genangan air sebaiknya dilakukan penggantian oli gardan.
Pergantian oli gardan juga bisa dilakukan dengan metode 2 banding 1, atau setiap dua kali ganti oli mesin dilakukan sekali penggantian oli gardan.
Baca Juga: Ingin Memiliki Motor Matic? Simak Tips Berikut ini Sebelum Membeli yang Baru
Kebiasaan keenam yang sering dilakukan pemilik motor matic sehingga boros daya accumulator adalah mematikan mesin dengan cara menurunkan standar samping.
Kebiasaan ketujuh yang membuat motor matic cepat rusak adalah langsung menghidupkan mesin setelah kunci kontak sebelum indikator selesai bekerja.
Demikian seperti dirangkum Ayojakarta pada Kamis, 13 Juli 2023 dari kanal Youtube Achmad Nursalim. ***

Share this article
Tujuh kebiasaan yang harus dihindari agar motor matic tak cepat rusak, salah satunya rutin ganti oli gardan.