AYOJAKARTA.COM – Memasuki akhir tahun 2022, Bantuan Sosial alias Bansos dari Kementerian Sosial (Kemensos) dicairkan secara bertahap.
Kendati begitu, ada beberapa Bansos yang akan tetap cair hingga 2023. Apakah saja itu?
Dikutip melalui Instagram @dkijakarta pada 30 November 2022, ini daftar Bansos yang akan tetap cair pada 2023 dan cara daftarnya.
1. Bantuan Pangan Non Tunai
Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) pada awalnya dibuat oleh Presiden Joko Widodo untuk menggantikan program Beras Miskin (Raskin) pada 2016 kepada KPM melalui Kartu Keluarga Sejahtera.
Penyaluran BNPT 2022 masih seperti periode sebelumnya yaitu dengan menggunakan penyalur berupa e-warong atau toko mitra tempat membeli atau melakukan penarikkan uang yang akan digunakan KPM atau Keluarga Penerima Manfaat.
Baca Juga: Inilah Bansos yang Tak Akan Keluar Lagi di Tahun 2023, Apa Saja? Simak Daftar Lengkapnya di Sini!
2. BLT Ojek Online
BLT ini akan disalurkan kepada penarik betor, pengemudi ojek online dan juga sopir angkot. Total penerima BLT ini adalah 17.299 orang.
Besaran nominal yang akan mereka terima adalah sebesar Rp600 ribu per orang.
3. BLT BBM
BLT BBM akan dicairkan pemerintah antara bulan September sampai Desember. Penerima BLT ini akan mendapatkan Rp150 ribu per bulan selama empat bulan. Proses penyalurannya akan diberikan dua kali secara bertahap dengan nominal sebesar Rp300 ribu.
Baca Juga: Daftar Bansos yang Akan Cair Desember 2022, Cek Apakah Kamu Termasuk Sebagai Penerima?
4. BLT UMKM
BLT ini akan cair Oktober sampai dengan Desember 2022 sebesar Rp600 ribu. Perlu diketahui, BLT UMKM ini berasal dari anggaran belanja wajib daerah untuk perlindungan sosial.
5. BSU
BSU merupakan Bantuan Subsidi Upah yang diterima para pekerja dengan gaji maksimal 3.5 juta.
Kementerian Ketenagakerjaan berencana akan melanjutkan penyaluran BSU tahap ke 7 sebesar Rp600 ribu kepada pekerja berdasarkan data pada BPJS Ketenagakerjaan.
6. KJMU
Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) merupakan program pemberian bantuan biaya peningkatan Mutu Pendidikan bagi calon/mahasiswa PTN dari keluarga tidak mampu secara ekonomi dan memiliki potensi akademik yang baik.
Biaya yang dikeluarkan pemerintah DKI Jakarta untuk KJMU sendiri berasal dari dana APBD Provinsi DKI Jakarta yang besarnya Rp9 juta per semester per mahasiswa.
7. KJP Plus
Kartu Jakarta Plus Tahap II cair bersamaan dengan KJMU Tahap II 2022. Program yang juga berasal dari APBD Provinsi Jakarta ini memiliki besaran yang beragam mulai dari Rp250 ribu hingga Rp450 ribu dengan tambahan untuk SPP hingga Rp290 ribu mulai jenjang SD hingga SMA sederajat.
Sementara itu, untuk mendaftar Bansosnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka DTKS atau Data Terpadu Kesejahteraan Sosial yang menjadi acuan untuk menjadi penerima Bansos.
DTKS adalah data induk yang berisi data pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial, penerima bantuan dan pemberdayaan sosial, serta potensi dan sumber kesejahteraan sosial.
Pendaftaran DTKS Tahap 4 2022 hanya dibuka hingga 15 Desember 2022.
Pendaftaran bisa dilakukan melalui situs dtks.jakarta.go.id dan membuat akun dan daftarkan beberapa keluarga dapat melalui satu akun. Cukup lengkapi data diri, anggota keluarga, dan informasi rumah tangga ke dalam sistem.
Data yang telah dimasukkan ke dalam sistem yang ada akan diolah, melalui proses validasi dan musyawarah kelurahan hingga masuk dalam sistem DTKS melalui penetapan oleh Kementerian Sosial atau Kemensos
Khusus bagi warga yang mengalami kendala saat mendaftar online, dapat mendatangi pendamsos di kelurahan sesuai domisili dengan membawa fotocopy KTP dan KK.***

Share this article
Memasuki akhir tahun 2022, Bantuan Sosial alias Bansos dari Kementerian Sosial (Kemensos) dicairkan secara bertahap.