AYOJAKARTA.COM – Kabar gembira bagi para penanti Kartu Prakerja 2023. Sudah ada nih kepastian bahwa pemerintah akan merilis program tersebut pada tahun depan.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan program Kartu Prakerja 2023 akan kembali kepada skema normal yaitu dalam bentuk pelatihan untuk meningkatkan kompetensi.
“Dan untuk meningkatkan kompetensi, pelatihannya minimal 15 jam. Biaya pelatihan yang semula Rp1 juta itu meningkat ke Rp3,5 juta. Jadi jumlahnya memang lebih masif karena tidak hanya online, tetapi juga offline-nya juga ada,” ungkap Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.
Namun, bantuan sosial yang semula Rp600 ribu kali empat, sekarang hanya Rp600 ribu kali satu. “Jadi (Rp600 ribu) ini hanya murni untuk transportasi.”
Keterangan dari Menko Airlangga tersebut disampaikan dalam acara bincang-bincang dengan tajuk Program Kartu Prakerja Menjawab Tantangan Dunia Kerja yang ditayangkan kanal YouTube TVRI pada 19 Desember 2023.
Menurut Menko Airlangga, Kartu Prakerja 2023 memang sepenuhnya didesain untuk menjadi jembatan bagi para pencari kerja lebih mudah masuk ke lapangan kerja.
“Jumlah penerima (Kartu Prakerja) pasati berkurang. Karena dulu kan (biaya) pendidikannya Rp1 juta, bansosnya Rp600 ribu kali empat. Sekarang kan (biaya) pendidikannya Rp3,5 juta.”
Alasan lain kenapa jumlah kuota peserta Kartu Prakerja 2023 berkurang adalah karena teknis pelaksanaan pelatihan. “Kalau pendidikannya berbasis hybrid atau fisik (offline) pasti dibatasi oleh ruang kelas dan fasitilas. Jadi kapastias (kuota) akan diturunkan.”
Terkait dengan perubahan insentif dan biaya pelatihan yang berubah dengan pelaksanaan skema normal Kartu Prakerja 2023, Menko Airlangga mengatakan hal itu tidak bisa dihindarkan.
“Pembelajaran itu ada biaya yang terasosiasi dengan pembelajaran. Apalagi nanti jumlahnya lebih besar, 15 jam. Kemudian juga ada pelatihan fisik. Kalau untuk skill kan perlu alat-alat bantu. Jadi memang yang namanya pelatihan yang dihitung biaya pelatihan.”
Menko Airlangga menyebut bahwa pelaksanaan Kartu Prakerja pada tahun-tahun sebelumnya berjalan dengan skema semibansos. “Yang kemarin memang semibansosnya yang didorong.”
Terkait dengan kapan pendaftaran Kartu Prakerja 2023, Menko Airlangga belum bisa menjelaskan waktu pastinya.
Baca Juga: Hukum Mengucapkan Selamat Hari Natal: Benarkah MUI dan Buya Hamka Berfatwa Haram?
Baca Juga: Rilis Awal Tahun, Ini Beda Kartu Prakerja 2023 dengan Program 2022, Ayo Siap-siap Daftar
“Segera akan diumumkan. Triwulan pertama pada 2023.”
Hal yang baru lagi dalam skema normal Kartu Prakerja 2023 terkait dengan persyaratan calon peserta.
“Karena (Kartu Prakerja 2023) ini bukan bansos, maka penerima bansos pun boleh ikut. Jadi artinya ini murni untuk reskilling dan upskilling.”
Sekarang kita lihat perbedaan ketentuan yang akan diterapkan pemerintah ya. Berikut ini syarat untuk mendaftar Kartu Prakerja 2022:
- WNI berusia 18 tahun ke atas.
- Tidak sedang menempuh pendidikan formal.
- Sedang mencari kerja, pekerja/buruh yang terkena PHK, atau pekerja/buruh yang membutuhkan peningkatan kompetensi kerja, seperti pekerja/buruh yang dirumahkan dan pekerja bukan penerima upah, termasuk pelaku usaha mikro & kecil.
- Bukan penerima bantuan sosial lainnya selama pandemi Covid-19.
- Bukan Pejabat Negara, Pimpinan dan Anggota DPRD, ASN, Prajurit TNI, Anggota Polri, Kepala Desa dan perangkat desa dan Direksi/Komisaris/Dewan Pengawas pada BUMN atau BUMD.
- Maksimal 2 NIK dalam 1 KK yang menjadi Penerima Kartu Prakerja.
Berdasarkan keterangan dari Menko Pereknomian, pelaksanaan program membolehkan masyarakat yang sudah menerima bantuan sosial (bansos) seperti tercantum pada syarat nomor 4 di atas untuk ikutan Kartu Prakerja 2023.
Satu lagi perbedaan yang akan berlangsung pada 2023 adalah menyangkut besaran bantuan.
Pada Kartu Prakerja 2022, peserta mendapatkan bantuan Rp3,55 juta dengan rincian:
Bantuan biaya pelatihan Rp1 juta
Insentif pasca pelatihan 4 x Rp 600.000 atau Rp2,4 juta
Insentif pengisian survei total mencapai Rp150.000
Nah, karena ingin menjalankan dengan skema normal, Pemerintah akan menyesuaikan besaran bantuan Kartu Prakerja 2023 menjadi Rp4,2 juta per peserta dalam bentuk:
- Biaya pelatihan sebesar Rp3,5 juta
- Insentif pascapelatihan Rp600 ribu yang akan diberikan sebanyak 1 kali
- Insentif survei sebesar Rp100 ribu untuk dua kali pengisian survei.
Nah, untuk kalian yang ingin ikutan program Kartu Prakerja 2023, siapkan deh segala sesuatunya. Semoga berhasil.***

Share this article
Program Kartu Prakerja 2023 akan kembali kepada skema normal yaitu dalam bentuk pelatihan untuk meningkatkan kompetensi.