AYOJAKARTA.COM - Salah satu bantuan pemerintah yakni Program Kartu Prakerja dikabarkan masih akan berjalan di tahun 2023.
Program Kartu Prakerja 2023 ini diketahui menghabiskan anggaran awal sebesar Rp2,67 triliun.
Besarnya anggaran ini, dikarenakan untuk mencapai target penerima manfaat Kartu Prakerja 2023.
Baca Juga: Viral Fenomena Alam Arab Saudi Dikaitkan dengan Hari Kiamat, Ternyata Begini Penjelasan Ilmiahnya
Dikutip Ayojakarta.com melalui kanal YouTube KOMPASTV bahwa diketahui pemerintah berhasil menjangkau 16,4 juta penerima manfaat Kartu Prakerja.
Program Kartu Prakerja tahun 2023 ini dimaksudkan sebagai tindakan pemerintah untuk fokus mengembangkan kompetensi angkatan kerja.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto menyampaikan Program Kartu Prakerja dengan target capaian hingga 1 juta penerima akan dilanjutkan pada tahun 2023.
Anggaran awal akan dialokasikan sebesar Rp2,67 triliun, untuk mencapai target penerima manfaat Kartu Prakerja sebanyak 595 ribu orang.
Baca Juga: Tegas dan Berani Melawan Ferdy Sambo, Ternyata Arif Rachman Laksanakan Pesan Penting Sang Ayah
Sementara itu, pemerintah akan menambahkan kebutuhan anggaran untuk sisa target 405.000 orang ini sebesar Rp1,7 triliun.
Program Kartu Prakerja dilakukan dengan skema normal pelatihan secara luring, daring maupun bauran.
Airlangga Hartarto menjelaskan waktu pelatihan skema Kartu Prakerja yang ditingkatkan menjadi 15 jam.
"Skema bansos ataupun offline, online itu minimal 6 jam itu ditingkatkan menjadi 15 jam, jadi sekarang pelatihan nya menjadi 15 jam," ujar Airlangga Hartarto.
Baca Juga: Publik Setuju Ferdy Sambo Cs Dihukum Mati, PN Jaksel Jadi Tempat Unjuk Rasa
Besaran bantuan peserta yang diterima akan mengalami penyesuaian, yakni sebesar Rp4,2 juta untuk setiap individu, dan diketahui biaya pelatihan lebih tinggi.
"Bauran bantuan ataupun biayanya adalah per orang Rp 4,2 juta, namun biaya pelatihannya lebih tinggi," ujar Airlangga Hartarto.
"Sekarang biaya pelatihan sebesar Rp3,5 juta dan biaya untuk pergantian transport itu sebesar Rp600.000 dibayarkan satu kali dan insentif survei sebesar Rp100.000 untuk 2 kali surver."sambungnya.
Pemerintah mengajak Lembaga-lembaga untuk berpartisipasi menjadi bagian ekosistem program kartu prakerja.
Baca Juga: Putri Candrawathi Ditanya Hakim Alasan Ajak Kuat Maruf ke Lantai Tiga, Ternyata...
Dalam skema kemitraan yang merupakan wujud PPP (Public Private Partnership) dalam bidang pengembangan SDM Indonesia, masyarakat pun diajak untuk berpartisipasi.***
Share this article
Program Kartu Prakerja tahun 2023 dimaksudkan sebagai tindakan pemerintah untuk fokus mengembangkan kompetensi angkatan kerja.