KOTA BOGOR, AYOJAKARTA - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor memprediksi jika Idul Adha tahun ini jumlah hewan kurban yang masuk ke Kota Bogor lebih sedikit dibandingkan tahun lalu.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan pada DKPP Kota Bogor Wina mengatakan, tahun lalu jumlah hewan kurban yang masuk ke Kota Bogor mencapai 13 ribu ekor, dengan rincian 5 ribu ekor sapi dan 8 ribu ekor kambing dan domba.
"Idul Adha tahun ini, sepertinya jumlah hewan kurban yang masuk ke Kota Bogor alami penurunan sekitar 20 hingga 30 persen. Tapi ini masih prediksi kami, tapi kita lihat dulu sampai hari H hari raya Idul Adha nanti," katanya, Rabu 14 Juli 2021.
Prediksi tersebut, sambung Wina, lantaran hingga saat ini kuantitas kedatangan hewan kurban ke Kota Bogor tak seramai tahun kemarin.
"Kenapa kami prediksi turun, ya karena kedatangan hewan kurban tahun ini tidak seramai tahun kemarin," ungkapnya.
Kendati demikian, DKPP Kota Bogor sudah melakukan pengawasan terhadap hewan qurban yang masuk ke Kota Bogor. Dimana, sebagian besar berasal dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Kupang.
Pengawasan tersebut difokuskan pada kondisi kesehatan hewan. Wina mengatakan, sebelum masuk ke wilayah Kota Bogor, para penjual hewan qurban harus sudah memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari daerah asal.
“Hewan qurban itu harus memenuhi surat kesehatan. Artinya dia bebas dari penyakit, terutama penyakit yang bisa menular dari hewan ke manusia, dibuktikan dengan SKKH,” jelasnya.
Selain pengawasan terhadap kesehatan hewan qurban, DKPP Kota Bogor juga mengawasi protokol kesehatan. Baik di tempat penjualan hewan qurban, hingga pada hari H pemotongan di masjid-masjid se-Kota Bogor.
"Belum lama ini kita lakukan virtual meeting mengenai pelaksanaan qurban di tengan pandemi. Kita undang Camat, Lurah, perwakilan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), dan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia Wilayah 2 Jawa Barat,” kata Wina.
Tak hanya pada penjualan dan pemotongan, pendistribusian hasil pemotongan hewan qurban juga akan diawasi supaya tetap mengedepankan protokol kesehatan. Sebab, pihaknya tidak ingin pelaksanaan qurban tahun ini malah menjadi klaster baru penularan Covid-19.
Apalagi, tahun ini merupakan tahun ke-dua pelaksanaan Idul Adha di tengah pandemi Covid-19. Terlebih, angka penambahan kasus yang melonjak tinggi.
DKPP Kota Bogor menyarankan agar para pedagang hewan qurban bisa melakukan transaksi secara online. Namun, para pedagang hewan qurban tetap diizinkan untuk membuka display. Syaratnya, tidak digelar di taman kota, jalur pedestrian, trotoar, dan di atas saluran air.
“Tahun ini kita tekankan kalau bisa lakukan transaksi online, tapi kita hanya menyarankan. Kalau tetap ingin lihat ke lokasi, jangan lupa protokol kesehatan dan jangan berkerumun,” ujar dia.

Share this article
Jumlah Hewan Kurban di Kota Bogor Turun 30% Tahun Ini, Imbas PPKM Darurat ?