AYOJAKARTA.COM — Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengumumkan adanya peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Salak di Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Dalam beberapa hari terakhir, gempa tektonik lokal mengalami peningkatan, dengan magnitudo tertinggi mencapai 4,0 pada Jumat, 8 Desember 2023.
PVMBG mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi erupsi freatik yang dapat terjadi secara mendadak.
Meskipun sejak erupsi terakhir pada tahun 1938 Gunung Salak hanya menunjukkan aktivitas seperti bualan lumpur dan tembusan solfatara.
Baca Juga: Siap Bantu Otto Hasibuan, Ronny Talapessy Akan Turun Gunung Bela Jessica Wongso
Peningkatan jumlah gempa tektonik lokal dalam beberapa hari terakhir menunjukkan perlunya kewaspadaan.
Dikutip dari laman resmi PVMBG pada Rabu, 13 Desember 2023, perkembangan aktivitas Gunung Salak mencakup peningkatan gempa tektonik lokal, yang mencapai 8 kejadian pada 6 Desember, 7 kejadian pada 7 Desember, dan 7 kejadian pada 8 Desember 2023.
Pengamatan visual juga mengindikasikan bahwa gunung ini terlihat jelas hingga tertutup kabut, dengan suhu udara sekitar 22-32°C.
Meskipun keadaan cenderung normal, PVMBG memberikan rekomendasi kepada masyarakat untuk tidak memasuki kawah dalam radius 500 meter dari kawah-kawah aktif seperti Kawah Ratu, Kawah Hirup, dan Kawah Paeh, terutama saat musim hujan.
Baca Juga: Ketiga Kalinya Kunjungi Sumatera Barat, Prabowo Datangi Posko Tanggap Bencana Erupsi Gunung Marapi
Ini bertujuan untuk menghindari akumulasi gas berbahaya yang dapat membahayakan keselamatan.
Masyarakat diminta untuk tetap waspada dan mengikuti petunjuk yang diberikan oleh PVMBG guna menjaga keamanan bersama.***
Share this article
PVMBG mengumumkan adanya peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Salak di Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Bogor, Jawa Barat.