Tips Mengelola Uang THR agar Tidak Habis Sebelum Lebaran Usai, Wajib Dicoba!

Ilustrasi Segepok Uang THR (Sumber: AYOJAKARTA.COM | Foto: Kavin Faza)
Ilustrasi Segepok Uang THR (Sumber: AYOJAKARTA.COM | Foto: Kavin Faza)
Poin Penting
  • Anggap THR sebagai pendapatan tambahan untuk masa depan, bukan sekadar uang kaget guna membiayai belanja impulsif belaka.

  • Susun skala prioritas sebelum dana cair serta pisahkan rekening agar pengeluaran Lebaran tetap terkontrol secara disiplin.

  • Gunakan rumus 40-30-20-10 untuk membagi porsi kebutuhan raya, pelunasan utang, investasi, zakat, serta tabungan darurat.

AYOJAKARTA.COM - Momen Idul Fitri selalu dinanti, bukan hanya karena tradisi silaturahmi, tetapi juga hadirnya Tunjangan Hari Raya (THR).

Sayangnya, banyak orang justru kehabisan THR dalam waktu singkat akibat belanja impulsif, mulai dari pakaian baru hingga gadget terbaru.

Padahal, jika dikelola dengan tepat, THR bisa menjadi fondasi keuangan yang kuat hingga berbulan-bulan ke depan.

Pahami Fungsi THR, Bukan Sekadar “Uang Kaget”

THR merupakan hak pekerja yang diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016.

Artinya, dana ini bukan sekadar bonus untuk dihabiskan, melainkan tambahan penghasilan yang seharusnya dimanfaatkan secara bijak.

Dengan mindset ini, kamu akan lebih mudah mengalokasikan THR untuk kebutuhan penting seperti tabungan, investasi, atau bahkan rencana jangka panjang.

Buat Skala Prioritas Sejak Awal

Sebelum THR cair, penting untuk menyusun daftar kebutuhan. Dahulukan pengeluaran utama seperti tiket mudik, zakat, dan kebutuhan pokok Lebaran.

Dengan perencanaan ini, kamu bisa menghindari kebiasaan belanja tanpa arah yang sering membuat keuangan jebol setelah hari raya.

Pisahkan Rekening agar Lebih Terkontrol

Salah satu kesalahan umum adalah mencampur THR dengan uang harian. Solusinya, pisahkan dana THR ke rekening khusus agar tidak terpakai tanpa sadar.

Langkah sederhana ini terbukti efektif untuk menjaga disiplin finansial selama periode Lebaran.

Hindari Pengeluaran Impulsif

Godaan diskon dan tren Lebaran sering membuat orang membeli barang di luar kebutuhan.

Untuk menghindarinya, pegang prinsip sederhana, yaitu beli hanya yang sudah direncanakan. Dengan begitu, THR tidak habis untuk “self reward” yang berlebihan.

Alokasikan untuk Utang, Tabungan, dan Investasi

Menggunakan sebagian THR untuk melunasi utang adalah langkah cerdas. Selain itu, jangan lupa menyisihkan dana untuk tabungan dan investasi seperti reksa dana atau dana darurat.

Kombinasi ini akan membantu menjaga stabilitas keuangan bahkan setelah Lebaran usai.

Gunakan Formula Pembagian THR

Agar lebih terarah, kamu bisa menerapkan rumus sederhana:

  • 40% untuk kebutuhan Lebaran
  • 20–30% untuk utang
  • 20% untuk tabungan/investasi
  • 10% untuk zakat atau sedekah

Skema ini fleksibel, namun cukup efektif menjaga keseimbangan antara konsumsi dan masa depan.

Hindari Efek “Rezeki Nomplok”

Secara psikologis, THR sering dianggap sebagai uang tambahan yang bebas digunakan.

Padahal, pola pikir ini justru menjadi penyebab utama keuangan tidak terkontrol.

Dengan mengelola THR secara strategis, kamu bisa mengubahnya menjadi peluang untuk memperkuat kondisi finansial.

Mengelola THR bukan berarti mengurangi kebahagiaan saat Lebaran. Justru, dengan perencanaan yang matang, kamu bisa menikmati momen bersama keluarga tanpa rasa khawatir setelahnya.

Ingat, tujuan utama THR bukan hanya untuk merayakan hari raya, tetapi juga untuk memastikan kondisi keuangan tetap sehat dalam jangka panjang.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# keuangan
# Lebaran
# THR

Berita Terkait

News Update

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.

Metropolitan

Kualitas Udara Jakarta Memburuk, DLH Perkuat Early Warning System hingga Pelari Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan!

Belakangan ini, jagat media sosial tengah ramai dengan imbauan bagi para pelari untuk mengurangi aktivitas olahraga di luar ruangan akibat memburuknya kualitas udara di Jakarta.

Bisnis

Pertamina Drilling Tuntaskan Pengeboran Sumur JAS-034 Tanpa Kecelakaan, Hasil Uji Produksi Capai 326 BOPD

PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) berhasil menyelesaikan pengeboran sumur Rig PDSI#15.3/N110-M (1500 HP) pengembangan JAS-034 milik PT Pertamina EP Zona 7

Metropolitan

Ibu Kota Darurat Sampah, Pemprov DKI Jakarta Kebut Pembangunan PSEL di Dua Lokasi Ini!

Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan langkah cepat untuk mengatasi persoalan sampah yang semakin mendesak di ibu kota.

Metropolitan

Tekan Sampah ke Bantargebang, Pramono Anung Bakal Hidupkan Kembali TPS3R di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berkomitmen untuk mengatasi persoalan sampah di ibu kota dengan mengoptimalkan peran Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

Metropolitan

Atasi Masalah Sampah, Pemprov DKI Jakarta Dorong Sekolah Manfaatkan Lahan untuk Urban Farming!

Pemprov DKI Jakarta kini tengah gencar mendorong seluruh sekolah di ibu kota untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruang hijau dan lahan terbuka.

Nasional

Kemenkum Naikkan Tarif Lepas Status WNI, Apa Saja yang Berubah di PP No. 30 Tahun 2026?

Melalui PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, tarif lepas WNI naik jadi Rp3,5-5 juta & naturalisasi WNA Rp75 juta. Kenaikan ini ditujukan untuk modernisasi layanan digital Kemenkum.

Metropolitan

Pramono Anung Minta Warga Waspadai Kebakaran di Musim Kemarau, APAR Disiapkan di Setiap RW

Imbauan tersebut disampaikan menyusul prediksi BMKG yang menyebut musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang dengan kondisi cuaca yang lebih

Gadget

Resmi Meluncur 22 Juli, Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra Bawa Layar Anti-Reflektif Bebas Silau!

Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra rilis 22 Juli 2026 dengan layar anti-reflektif khusus, kamera telefoto, dan lipatan minim. Varian standar dibanderol mulai Rp35 jutaan beserta lini Galaxy Watch 9.

Jakarta Selatan

Pramono Resmikan Bedah Rumah di Mampang Bekas Kebakaran, 22 KK Kini Miliki Hunian yang Lebih Layak

Program ini adalah wujud kolaborasi multipihak untuk mempercepat pemulihan warga yang terdampak kebakaran.