AYOJAKARTA.COM - Konten kreator Ferry Irwandi kembali memicu diskusi panas mengenai kondisi makroekonomi Indonesia.
Kali ini, ia secara terbuka menantang klaim Menteri Keuangan Purbaya terkait angka pertumbuhan ekonomi sebesar 5,61%.
Ferry Irwandi menilai ada kekeliruan logika yang disampaikan pemerintah kepada publik.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi tersebut tidak didorong oleh belanja pemerintah yang besar.
Ia berargumen bahwa konsumsi dan investasi tetap menjadi motor utama. Namun, Ferry membantah pernyataan tersebut menggunakan data ekonometrika dan akuntansi.
Konten kreator yang sempat jadi PNS di Kementerian Keuangan itu menyoroti adanya anomali pada belanja pemerintah yang melonjak hingga 21,81%.
Angka ini merupakan pertumbuhan tertinggi dalam sejarah republik selama era modern atau 10 tahun terakhir.
Secara riil, belanja pemerintah menyumbang 1,26 poin persentase terhadap total pertumbuhan 5,61% tersebut.
Ferry Irwandi melakukan simulasi "counterfactual" untuk menguji klaim Purbaya Yudhi Sadewa.
Jika belanja pemerintah tumbuh normal di angka rata-rata 10 tahun (sekitar 4,8%), hasilnya sangat mengejutkan. Pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi hanya akan mencapai 4,63%.
Bahkan, dengan model ekonometrika yang memperhitungkan efek multiplier, angka pertumbuhan bisa merosot lebih jauh. Pertumbuhan ekonomi bisa anjlok ke angka 4,23% hingga 4,43%.
"Inilah fakta sebenarnya Pak, inilah realitas sebenarnya," ujar Ferry dalam videonya.
Pria asal Jambi itu menekankan bahwa seorang pejabat tidak seharusnya melakukan cherry picking atau memilih-milih data hanya untuk membangun narasi positif.
Ia melontarkan sindiran keras agar pemerintah menjawab kritiknya dengan keilmuan ekonomi yang benar, bukan sekadar opini.
Melalui unggahan di media sosialnya, Ferry Irwandi menuliskan pesan yang sangat menohok.
"Saya jelaskan bukan melalui opini, pendapat, argumentasi, atau narasi melainkan melalui akuntansi dan ekonometrika. karena saya percaya saya berbicara dengan Menteri Keuangan bukan Menteri Penerangan," tegas Ferry.
Kekhawatiran Konten kreator sekaligus aktivis tersebut bukan tanpa alasan.
Ia menyoroti risiko ketahanan fiskal jika belanja pemerintah terus digenjot secara tidak wajar.
Pertumbuhan pendapatan negara saat ini hanya 10%, sementara belanja melonjak hingga 31,8%.
Ketimpangan ini bisa mengancam kurs rupiah dan kepercayaan investor terhadap Indonesia.
Ferry Irwandi berharap pemerintah lebih jujur dalam mendiagnosis masalah ekonomi agar mendapatkan solusi yang tepat.***
Share this article
Ferry Irwandi bantah klaim Menkeu Purbaya soal ekonomi tumbuh 5,61%. Lewat ekonometrika, eks PNS Kemenkeu ini sebut ada anomali lonjakan belanja negara yang capai 21,81% demi bangun narasi positif.