AYOJAKARTA.COM - Oktober dikenal sebagai Bulan Kesadaran Kanker Payudara, momen penting untuk mengingatkan perempuan akan pentingnya deteksi dini melalui pemeriksaan payudara mandiri dan mammografi.
Meski umumnya direkomendasikan bagi wanita berusia 40 tahun ke atas, ada kondisi tertentu yang membuat pemeriksaan ini perlu dilakukan lebih awal.
Kanker payudara merupakan jenis kanker paling umum di Indonesia dengan 66.271 kasus baru dan 22.598 kematian pada 2022 (GLOBOCAN).
Baca Juga: Misi Hidup Dibalik Angka Life Path, Nomor 2 Membawa Kedamaian dan Kerjasama, Apa Punyamu?
Deteksi dini menjadi kunci penyelamatan nyawa, sebab tingkat kelangsungan hidup lima tahun mencapai 99% jika terdeteksi pada stadium 1, dibanding hanya 32% di stadium 4.
Dilansir dai ol.com, menurut Dr. Polly Niravath dari Houston Methodist, setiap wanita idealnya menjalani mammogram pertama di usia 40 tahun untuk mendapatkan hasil dasar. Namun, bagi yang memiliki risiko tinggi, pemeriksaan sebaiknya dilakukan lebih dini.
Hal serupa disampaikan oleh Dr. Kimberly Ellis dari Dartmouth Health, yang menekankan pentingnya memahami faktor risiko pribadi, terutama kepadatan payudara dan riwayat keluarga. Berikut lima tanda kamu perlu mammografi sebelum usia 40 tahun:
- Ada riwayat keluarga kanker payudara. Jika ibu, saudara, atau kerabat dekat didiagnosis sebelum usia 50 tahun, kamu berisiko lebih tinggi.
- Memiliki mutasi genetik BRCA1 atau BRCA2. Mutasi ini dapat meningkatkan risiko kanker payudara hingga 60% lebih tinggi. Tes genetik bisa membantu mendeteksinya lebih awal.
- Pernah menjalani radiasi dada di usia muda. Terutama bagi yang menjalani terapi limfoma Hodgkin saat remaja.
- Payudara padat atau sering terasa nyeri/tidak normal. Kepadatan payudara membuat pemeriksaan manual sulit mendeteksi kelainan.
- Mengalami perubahan pada payudara. Misalnya perubahan bentuk, tekstur kulit, atau keluar cairan tak wajar dari puting.
Baca Juga: 5 Zodiak yang Punya Peruntungan Terbaik 27 Oktober 2025, Siapa Saja?
Teknologi mammografi kini makin canggih, menghadirkan hasil 3D beresolusi tinggi dengan waktu pemindaian lebih singkat dan rasa nyeri minimal.
Bahkan, beberapa pusat medis telah memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk menyesuaikan tekanan dan dosis radiasi agar lebih aman dan nyaman.
Deteksi dini bukan hanya menyelamatkan nyawa, tetapi juga menekan biaya pengobatan yang bisa melonjak hingga sepuluh kali lipat pada stadium lanjut.
Karena itu, jangan tunggu gejala muncul—jadwalkan mammogram sesuai rekomendasi dokter, terutama bila kamu memiliki faktor risiko tinggi. Dengan langkah proaktif, kamu bisa melindungi kesehatan payudara dan menjaga kualitas hidup lebih lama.***

Share this article
Lima tanda kamu perlu mammografi sebelum usia 40: ada riwayat keluarga, mutasi gen BRCA, pernah radiasi dada, payudara padat, atau perubahan bentuk dan cairan tak normal pada payudara.