AYOJAKARTA.COM — Hoarding disorder atau dikenal juga dengan gangguan penimbunan adalah kondisi di mana seseorang merasa kesulitan untuk membuang atau berpisah dengan barang-barangnya, terlepas dari nilai atau kegunaannya.
Gangguan ini tidak hanya mengganggu keseharian seseorang, tetapi juga dapat menimbulkan masalah kesehatan dan keselamatan.
Menurut psikologi, ada beberapa penyebab mengapa seseorang mengalami hoarding disorder.
Berikut adalah 3 penyebab seseorang memiliki hoarding disorder menurut psikologi dikutip dari kanal YouTube Zamia Safira | Psikolog Klinis pada Senin, 22 Juli 2024.
1. Mempunyai Sifat Sulit Mengambil Keputusa
Penyebab seseorang memiliki hoarding disorder pertama adalah mempunyai sifat sulit mengambil keputusan.
Seseorang yang sulit mengambil keputusan menjadi hoarding disorder karena bingung barangnya harus disimpan atau dibuang.
Baca Juga: 5 Fakta Psikologi Orang yang Sedang Jatuh Cinta, Ternyata Akan Muncul Rasa Takut Seperti Ini
2. Peristiwa Traumatis
Penyebab kedua seseorang memiliki hoarding disorder adalah peristiwa traumatis. Sebelumnya pernah mengalami peristiwa trauma dan stress yang berkaitan dengan barang.
Sehingga menjadi pemicu dan setelah itu memiliki hoarding disorder atau sulit membuang serta berpisah dengan barang.
3. Faktor Keluarga atau Genetik
Penyebab ketiga seseorang memiliki hoarding disorder adalah faktor keluarga atau genetik.
Terdapat lebih dari 50% orang yang memiliki hoarding disorder itu mempunyai anggota keluarga sama juga sulit membuang atau berpisah dengan barang. Sehingga bersifat genetik atau bisa diturunkan.
Itulah 3 penyebab seseorang memiliki hoarding disorder atau sulit membuang dan berpisah dengan barang menurut psikologi.***

Share this article
Menurut psikologi, ada beberapa penyebab mengapa seseorang mengalami hoarding disorder atau berpisah dengan barang-barangnya.