Edukasi Psikologi: Mengenal Kabut Otak alias Brain Fog, Penyebab dan Solusi yang Tepat

Kenali penyebab dan solusi kabut otak
Kenali penyebab dan solusi kabut otak

AYOJAKARTA.COM - Pernahkah kamu sedang mengerjakan sesuatu dan merasa sangat sulit berpikir jernih, seperti ada hambatan mental di kepala kamu?

Kondisi ini dikenal dengan istilah kabut otak atau brain fog dan banyak dirasakan siapa pun tanpa disadari.

Dikutip dari akun TikTok dokter Bandoro di @bandoromd, jika kamu sering mengalami brain fog, beberapa faktor berikut perlu kamu perhatikan.

Baca Juga: Tes Kepribadian: Dominan Otak kiri atau kanan dalam Berpikir, Pilih Wajah Mana yang Menurutmu Lebih Bahagia?

Kelola Tingkat Stresmu

Stres kronis, yang dialami setiap hari selama berbulan-bulan tanpa manajemen stres yang efektif, menyebabkan produksi kortisol berlebihan.

Kadar kortisol yang tinggi dapat memicu kabut otak. Mempelajari teknik manajemen stres sangat penting untuk mencegah hal ini.

Praktik seperti meditasi kesadaran, yoga, latihan pernapasan dalam, dan aktivitas fisik teratur dapat secara signifikan membantu mengurangi tingkat stres dan mengelola produksi kortisol.

Baca Juga: Waspadai! 3 Organ Dalam Ini Paling Rentan Terdampak Stres Menurut Psikiater

Hindari Dehidrasi

Dehidrasi adalah penyebab umum kabut otak selain kondisi stres, sayangnya hal ini dianggap biasa atau sepele.

Otak kita terdiri dari sekitar 75 persen air, dan bahkan dehidrasi ringan pun dapat mengganggu fungsi kognitif dan menyebabkan perasaan bingung dan sulit berkonsentrasi.

Pastikan kamu minum cukup air sepanjang hari untuk menjaga fungsi otak tetap optimal berfungsi baik.

Pedoman umum adalah minum setidaknya delapan gelas air setiap hari, namun kebutuhan individu dapat bervariasi berdasarkan tingkat aktivitas, iklim, dan kesehatan secara keseluruhan.

Baca Juga: Tubuh Lemas Karena Kekurangan Cairan saat Puasa? Ini Cara Jitu Mencegah Dehidrasi di Bulan Ramadan

Pantau Asupan Gula

Mengonsumsi terlalu banyak gula juga dapat menyebabkan kabut otak, meskipun orang tidak mengetahui seberapa kadar yang masuk tubuh.

Ketika kamu memiliki asupan gula yang tinggi, tubuh kamu melepaskan insulin dalam jumlah besar untuk menurunkan kadar gula, sehingga menyebabkan penurunan yang cepat.

Ketidakstabilan kadar gula darah ini dapat menyebabkan kabut otak, hal ini lepas dari pemantauan serius.

Mempertahankan pola makan seimbang dengan asupan gula yang terkontrol dapat membantu mengurangi hal ini.

Pilihlah karbohidrat kompleks, protein tanpa lemak, dan lemak sehat untuk menjaga kadar gula darah kamu tetap stabil dan otak kamu berfungsi dengan lancar.

Baca Juga: 7 Tanda Bahwa Gula Darah Naik, Mudah Merasa Lelah dan Ngantuk Salah Satunya

Faktor Kesehatan Lainnya

Kondisi lain, seperti depresi, pengobatan tertentu, masalah tiroid, atau perubahan hormonal seperti PMS pada wanita, juga dapat memicu kabut otak.

Penting untuk mengatasi masalah kesehatan mendasar ini untuk mengurangi kabut otak guna menjaga tubuh tetap optimal.

Pemeriksaan kesehatan rutin, manajemen pengobatan yang tepat, dan mengatasi masalah kesehatan mental dengan profesional dapat memberikan perbedaan yang signifikan.

Bagi wanita, memantau siklus menstruasi dan mewaspadai perubahan hormonal dapat membantu mengelola gejala dengan lebih efektif.

Tidur yang Cukup

Tidur sangat penting untuk fungsi kognitif dan kejernihan mental. Kurang tidur atau kualitas tidur yang buruk dapat menyebabkan kabut otak. Usahakan tidur berkualitas 7-9 jam setiap malam.

Ciptakan lingkungan yang ramah tidur dengan menjaga jadwal tidur yang konsisten, mengurangi paparan layar sebelum tidur, dan memastikan area tidur kamu nyaman dan gelap.

Baca Juga: Kebiasaan Tidur di Atas Jam 1 Malam Bisa Bikin Masalah terhadap Kesehatan Mental, Sudah Terasa Dampaknya?

Olahraga yang Teratur

Aktivitas fisik meningkatkan aliran darah ke otak dan dapat meningkatkan fungsi kognitif. Olahraga teratur, meski hanya jalan kaki setiap hari, dapat membantu mengurangi gejala kabut otak.

Usahakan untuk melakukan setidaknya 150 menit aktivitas aerobik sedang atau 75 menit aktivitas berat setiap minggu, bersamaan dengan aktivitas penguatan otot dua hari atau lebih dalam seminggu.

Kesimpulan

Dengan mengelola stres, tetap terhidrasi, mengontrol asupan gula, mengatasi masalah kesehatan lainnya, tidur yang cukup, dan berolahraga secara teratur, kamu dapat mengurangi terjadinya kabut otak dan meningkatkan fungsi kognitif kamu secara keseluruhan.

Memahami dan mengatasi faktor-faktor ini dapat menghasilkan kejernihan mental yang lebih baik serta kehidupan yang lebih produktif dan memuaskan dalam edukasi psikologi.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# kabut otak
# brain fog
# edukasi psikologi
# solusi
# penyebab

News Update

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.

Metropolitan

Kualitas Udara Jakarta Memburuk, DLH Perkuat Early Warning System hingga Pelari Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan!

Belakangan ini, jagat media sosial tengah ramai dengan imbauan bagi para pelari untuk mengurangi aktivitas olahraga di luar ruangan akibat memburuknya kualitas udara di Jakarta.

Bisnis

Pertamina Drilling Tuntaskan Pengeboran Sumur JAS-034 Tanpa Kecelakaan, Hasil Uji Produksi Capai 326 BOPD

PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) berhasil menyelesaikan pengeboran sumur Rig PDSI#15.3/N110-M (1500 HP) pengembangan JAS-034 milik PT Pertamina EP Zona 7

Metropolitan

Ibu Kota Darurat Sampah, Pemprov DKI Jakarta Kebut Pembangunan PSEL di Dua Lokasi Ini!

Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan langkah cepat untuk mengatasi persoalan sampah yang semakin mendesak di ibu kota.

Metropolitan

Tekan Sampah ke Bantargebang, Pramono Anung Bakal Hidupkan Kembali TPS3R di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berkomitmen untuk mengatasi persoalan sampah di ibu kota dengan mengoptimalkan peran Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

Metropolitan

Atasi Masalah Sampah, Pemprov DKI Jakarta Dorong Sekolah Manfaatkan Lahan untuk Urban Farming!

Pemprov DKI Jakarta kini tengah gencar mendorong seluruh sekolah di ibu kota untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruang hijau dan lahan terbuka.

Nasional

Kemenkum Naikkan Tarif Lepas Status WNI, Apa Saja yang Berubah di PP No. 30 Tahun 2026?

Melalui PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, tarif lepas WNI naik jadi Rp3,5-5 juta & naturalisasi WNA Rp75 juta. Kenaikan ini ditujukan untuk modernisasi layanan digital Kemenkum.

Metropolitan

Pramono Anung Minta Warga Waspadai Kebakaran di Musim Kemarau, APAR Disiapkan di Setiap RW

Imbauan tersebut disampaikan menyusul prediksi BMKG yang menyebut musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang dengan kondisi cuaca yang lebih

Gadget

Resmi Meluncur 22 Juli, Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra Bawa Layar Anti-Reflektif Bebas Silau!

Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra rilis 22 Juli 2026 dengan layar anti-reflektif khusus, kamera telefoto, dan lipatan minim. Varian standar dibanderol mulai Rp35 jutaan beserta lini Galaxy Watch 9.

Jakarta Selatan

Pramono Resmikan Bedah Rumah di Mampang Bekas Kebakaran, 22 KK Kini Miliki Hunian yang Lebih Layak

Program ini adalah wujud kolaborasi multipihak untuk mempercepat pemulihan warga yang terdampak kebakaran.