AYOJAKARTA.COM – Orang toxic seringkali dianggap sebagai penyebab kerusakan mental orang di sekitarnya.
Berbeda dengan manusia normal yang menyukai keharmonisan dan kedamaian, orang toxic justru berusaha kuat menciptakan ketegangan.
Mental korban, merasa paling benar, drama, manipulasi, amarah hingga menebar fitnah, merupakan sejumlah cara yang biasa dilakukan orang toxic dalam pergaulan.
Bersentuhan terlalu lama di lingkungan orang toxic bukan saja dapat merusak kecerdasan tetapi juga berisiko menghancurkan harapan masa depan.
Baca Juga: Kepribadian Seseorang Berdasarkan Minuman Kopi Favorit, Penggemar Kopi Sachet Ternyata Luar Biasa!
Karena itu salah satu cara terbaik untuk tetap memiliki kewarasan dan mental yang sehat adalah dengan lebih selektif dan pintar memilih lingkar pertemanan.
Bagi korban maupun penyintas hubungan beracun, dampak dari perilaku yang diperbuat orang toxic memang tak mudah dimaafkan.
Selain karena dapat menyebabkan luka batin dan trauma berkepanjangan, sulit memaafkan juga disebabkan karena minimnya pemahaman mengenai penyebab seseorang menjadi toxic.
Sebagai salah satu upaya untuk terlepas dari beban kebencian serta dendam yang timbul karena perbuatan menyakitkan, berikut alasan seseorang menjadi begitu beracun dikutip ayojakarta.com dari YouTube Ruang Teduh, Rabu (26/6/2024).
Baca Juga: Pahami Edukasi Psikologi: Pengertian Agorafobia dan Cara Mengatasi yang Tepat
Alasan atau penyebab utama seseorang bisa berubah menjadi sangat toxic atau beracun adalah lingkungan pergaulan yang salah.
Kalimat negatif yang sering didengar seseorang di lingkungan pergaulan sering dianggap hal wajar sehingga lambat laun akan ikut memengaruhi cara berpikir seseorang.
Tanpa kesadaran untuk berkontemplasi atau mengintrospeksi diri, seseorang tak akan menyadari adanya perubahan di dalam diri.
Baca Juga: 8 Trik Psikologi Cara Membaca Pikiran Orang Lain, dari Pandangan Mata hingga Ekspresi Wajah
Alasan kedua seseorang menjadi individu toxic atau beracun adalah akibat pengalaman atau luka di masa lalu yang membuatnya tertular dan menjadi toxic.
Perasaan sedih atau negatif yang masih tersimpan serta dendam yang belum diikhlaskan akan membuat seseorang berubah menjadi orang toxic.
Alasan ketiga yang menjadi pencetus lahirnya seorang toxic adalah minimnya penghargaan atau apresiasi terhadap diri sendiri.
Kebanyakan individu tidak menyadari, bahwa baik atau buruknya setiap jenis relasi selalu diawali dari hubungan dengan diri sendiri.
Individu yang sudah beres atau sudah selesai dengan kehidupan di masa lalunya, akan hadir untuk menawarkan dan berjuang memperoleh masa depan.
Sementara individu yang masih hidup dan terikat dengan kehidupan di masa lalu, akan terus menggerogoti kebaikan momen saat ini.
Alasan keempat orang menjadi toxic adalah luka batin yang masih belum disembuhkan, sehingga berpengaruh pada hubungan baik sesama manusia bahkan dengan Tuhan.
Meski sangat menjengkelkan dan bahkan sering dianggap menjijikkan, orang toxic sejatinya adalah individu menyedihkan yang paling membutuhkan pertolongan.***

Share this article
Salah pergaulan hingga luka batin yang belum sembuh, berikut ini penyebab seseorang berubah menjadi toxic.