AYOJAKARTA.COM - Gaya kelekatan, yang terbentuk pada masa kanak-kanak, memainkan peran penting dalam cara kita berhubungan dengan orang lain, khususnya dalam hubungan romantis.
Kedepannya dipengaruhi oleh pereasaan yang terus terbawa sepanjang pertumbuhan, perlu paham arti gaya kelekatan berikut.
Dikutip dari akun TikTok @twelvifebrina, dua gaya kelekatan yang umum adalah kelekatan cemas (anxious attachment) dan kelekatan menghindar (avoidant attachment).
Baca Juga: Sisi Negatif Kepribadian Pemilik Golongan Darah A, Si Tukang Cemas yang Gila Kerja
Kelekatan Cemas
Orang dengan gaya kelekatan cemas sering kali merasa tidak aman dalam hubungannya. Mereka selalu membutuhkan validasi dan kepastian dari pasangannya agar merasa dicintai dan dipilih.
Bahkan tanda-tanda kecil bahwa pasangannya mungkin tidak mencintai atau menginginkannya lagi dapat langsung memicu kekhawatiran dan berpikir berlebihan.
Hal ini menyebabkan ketakutan terus-menerus akan pengabaian dan peningkatan kepekaan terhadap perubahan apa pun dalam perilaku pasangannya.
Menurut teori kelekatan, kebutuhan akan rasa aman yang terus-menerus ini berasal dari pengasuhan yang tidak konsisten selama masa kanak-kanak.
Seorang anak mungkin menerima kasih sayang secara terputus-putus. Akibatnya, mereka tumbuh dengan perasaan tidak yakin apakah mereka benar-benar dicintai dan dihargai.
Baca Juga: Ternyata 8 Hal Ini Bisa Membuat Kepribadian INTJ Cemas! Apa Saja?
Kelekatan Menghindar
Sebaliknya, mereka yang memiliki gaya kelekatan menghindar merasa tidak nyaman dengan terlalu banyak kedekatan emosional dan intensitas dalam hubungan.
Mereka cenderung menarik diri dan menciptakan jarak ketika keadaan menjadi intens secara emosional.
Individu yang menghindar sangat menghargai kemandirian mereka dan sering merasa tercekik oleh terlalu banyak keintiman.
Perilaku ini sering kali berasal dari masa kanak-kanak ketika pengasuh tidak tersedia atau tidak responsif secara emosional.
Baca Juga: 6 Tanda Seseorang Menderita Gangguan Kepribadian Menghindar atau Avoidant Personality Disorder
Untuk mengatasinya, individu-individu ini belajar untuk mengandalkan diri mereka sendiri dan menghindari mengandalkan orang lain untuk mendapatkan dukungan emosional.
Memahami dua gaya kelekatan yang bertolak belakang ini dapat meningkatkan hubungan secara signifikan.
Bagi mereka yang memiliki kelekatan cemas, penting untuk meningkatkan harga diri dan mengembangkan rasa aman yang tidak hanya bergantung pada kepastian pasangannya.
Komunikasi adalah kuncinya, dan mengungkapkan kebutuhannya tanpa membebani pasangannya dapat membantu menyeimbangkan hubungan.
Bagi mereka yang memiliki gaya kelekatan menghindar, tantangannya terletak pada belajar menerima kerentanan dan secara bertahap menjadi lebih nyaman dengan keintiman emosional.
Mengenali pola penarikan diri dan melakukan upaya sadar untuk tetap terlibat selama momen-momen emosional dapat membina hubungan yang lebih kuat dan lebih memuaskan.***

Share this article
Mengenal arti gaya kelekatan yang akan memengaruhi hingga dewasa kelak sangat penting dalam edukasi psikologi berikut