AYOJAKARTA.COM - Kasus selingkuh selalu menarik perhatian khalayak, entah itu pelakunya kaum pesohor atau orang biasa.
Pertanyaan umum yang sering saya diajukan khalayak adalah apakah orang yang selingkuh bisa berubah.
Bisakah mereka berhenti berbuat selingkuh untuk selamanya?
Psikolog Ferdian Perdana lewat akun TikToknya @katapsikologi berusaha menjawab pertanyaan tersebut dari sudut pandang psikologi.
Pertama, penting untuk dipahami bahwa perselingkuhan tidak hanya terjadi pada pasangan yang sudah menikah.
Bahkan mereka yang baru pacaran atau bertunangan pun bisa selingkuh.
Baca Juga: Jangan Kaget! Kepribadian Seseorang Ternyata Berkaitan dengan Merek Gadget yang Dipilih
Selingkuh bisa berarti berhubungan kembali dengan mantan, menjadi dekat dengan orang lain, atau masih memiliki perasaan terhadap orang lain.
Hal ini terjadi lebih sering dari yang kita kira, dan tidak terbatas pada demografi tertentu.
Secara statistik, laki-laki lebih besar kemungkinannya untuk selingkuh dibandingkan perempuan.
Hal ini mungkin terjadi karena laki-laki cenderung mengambil lebih banyak risiko.
Namun, perempuan juga melakukan selingkuh, meski mereka mungkin lebih ragu karena takut akan konsekuensinya.
Terlepas dari siapa yang lebih banyak berbuat curang, selingkuh tidak pernah bisa dibenarkan.
Banyak orang bertanya mengapa seseorang berbuat selingkuh, dan apakah pelakunya benar-benar bisa berubah.
Seringkali, mereka yang telah diselingkuhi berjuang untuk mempertahankan pasangannya yang tidak setia meskipun telah berulang kali dikhianati.
Mereka berpegang pada harapan bahwa pasangannya akan berubah.
Sering kali, orang yang berkonsultasi adalah orang yang diselingkuhi, bukan si pelaku selingkuh.
Mereka sering bertanya-tanya mengapa pasangannya menyakiti mereka dan apakah pasangannya tidak pernah bisa setia.
Dalam banyak kasus, orang yang selingkuh memiliki sejarah perselingkuhan jauh sebelum hubungan mereka saat ini.
Baca Juga: CEK di SINI! Ini Nilai Aman SKD Sekolah Kedinasan Kemenhub 2024 yang Harus Kamu Ketahui!
Orang yang pernah diselingkuhi sering kali berharap pasangannya akan berubah setelah mereka menikah, bertunangan, atau mulai berkencan dengan serius.
Mereka mempertaruhkan harapan tersebut, padahal si pelaku punya rekam jejak perselingkuhan.
Kembali ke topik permasalahan, apakah pelaku selingkuh bisa berubah?
Jawabannya tentu saja ya, siapa pun bisa berubah, entah dia pelaku selingkuh, pemain jud, atau bahkan pelaku kriminal.
Namun perubahan harus datang dari dalam.
Idealnya, si pelaku selingkuh yang berkonsultasi atau mencari terapi untuk memahami akar penyebab perilakunya.
Tanpa memahami mengapa mereka berbuat selingkuh, sulit bagi mereka untuk berubah.
Misalnya, jika seseorang selingkuh karena mencari kualitas orang lain yang tidak ditemukan dalam diri pasangannya, mungkin ada cara untuk mengatasinya melalui konseling pasangan.
Alternatifnya, jika selingkuh disebabkan oleh perilaku impulsif, terapi dan mungkin bantuan psikiater mungkin diperlukan untuk mengelola dorongan sesaat tersebut.
Kunci untuk berubah adalah kesadaran diri dan kemauan untuk mencari bantuan.
Jika orang yang berbuat selingkuh tidak mengambil langkah-langkah ini, sulit untuk mengatasi masalah tersebut secara efektif.
Mereka yang pernah diselingkuhi harus mendorong pasangannya untuk mencari bantuan profesional daripada mencoba menyelesaikan masalahnya sendiri, yang sering kali justru menimbulkan lebih banyak konflik.***

Share this article
Apakah seseorang yang melakukan selingkuh bisa benar-benar berubah total? Begini menurut sudut pandang psikolog