AYOJAKARTA.COM - Media sosial telah menjadi bagian besar dalam kehidupan kita sehari-hari, terutama bagi remaja.
Tapi apakah hal itu lebih banyak merugikan daripada menguntungkan?
Sebuah peneltian yang dipublikasikan dalam International Journal of Adolescence and Youth mengamati bagaimana penggunaan media sosial dikaitkan dengan depresi, kecemasan, dan tekanan psikologis pada remaja.
Penelitian tersebut menganalisis 13 penelitian lain dan menemukan bahwa penggunaan media sosial dapat dikaitkan dengan peningkatan tingkat depresi, kecemasan, dan tekanan psikologis di kalangan remaja.
Baca Juga: Yuk Ikutan Kompetisi Racik Jamu Kekinian Besutan PNM dan Kementerian BUMN
Studi-studi ini dikategorikan ke dalam empat bidang utama:
1. Waktu yang Dihabiskan: Berapa banyak waktu yang dihabiskan remaja di media sosial.
2. Aktivitas: Apa yang mereka lakukan di media sosial (seperti memposting atau mengirim pesan).
3. Investasi. Jumlah upaya dan keterlibatan emosional yang mereka lakukan dalam kehadiran online mereka.
Baca Juga: Asyik! Pencairan KJP Plus Dimulai Hari Ini: Begini Jumlah dan Cara Ceknya!
4. Kecanduan: Ketika penggunaannya menjadi berlebihan dan kompulsif.
Masing-masing bidang ini menunjukkan hubungannya dengan masalah kesehatan mental, namun penting untuk dicatat bahwa penelitian ini tidak bersifat langsung.
Banyak penelitian bersifat cross-sectional, yang berarti mereka dapat menunjukkan kaitan namun tidak dapat membuktikan bahwa penggunaan media sosial menyebabkan masalah ini.
Ada kemungkinan juga bahwa remaja yang sedang berjuang dengan kesehatan mentalnya lebih cenderung menggunakan media sosial secara berlebihan.
Beberapa penelitian menemukan bahwa menghabiskan lebih banyak waktu di media sosial dikaitkan dengan tingkat depresi dan kecemasan yang lebih tinggi.
Penelitian lain tidak menemukan hubungan kuat antara jumlah waktu yang dihabiskan di dunia maya dan masalah kesehatan mental.
Apa yang remaja lakukan saat online tampaknya lebih penting daripada berapa lama mereka menghabiskan waktu untuk melakukannya.
Interaksi negatif, seperti penindasan atau perasaan tersisih, dapat memperburuk kesehatan mental.
Baca Juga: Apakah PPPK Bisa Mendaftar CPNS 2024? Simak Penjelasan Resmi PANRB di Sini!
Di sisi lain, interaksi positif dan dukungan dari teman bisa bermanfaat.
Gangguan tidur merupakan faktor yang sering disebutkan. Penggunaan media sosial, terutama sebelum tidur, dapat mengganggu tidur, yang sangat penting bagi kesehatan mental.
Media sosial adalah pedang bermata dua bagi remaja.
Meskipun menawarkan platform untuk koneksi dan dukungan, hal ini juga menimbulkan risiko bagi kesehatan mental.
Menyeimbangkan penggunaannya dan menyadari dampaknya dapat membantu mengurangi potensi dampak negatif.***

Share this article
Ketahui beberapa pengaruh negatif dari media sosial terhadap kesehatan mental remaja, Gen Z wajib tahu ini!