AYOJAKARTA.COM - Ketika hal-hal yang mengecewakan terjadi pada seorang anak, orang tua dan gurunya akan berusaha membantunya mengatasi kesusahan atau kesedihannya tersebut.
Sebagian besar akan pulih kembali tanpa mengalami efek jangka panjang.
Namun beberapa anak lebih berisiko mengalami trauma jangka panjang.
Anak-anak ini termasuk mereka yang kehilangan teman dekat dan mereka yang mengetahui suatu peristiwa atau kehilangan dengan cara yang sangat menyedihkan.
Penting untuk mengetahui kapan kamu perlu mencari bantuan profesional saat melihat gejala trauma pada anak.
Dilansir dari Childmind.org, berikut beberapa tanda jelas bahwa anak mungkin mengalami trauma:
- Mengalami kesedihan 3 sampai 6 bulan setelah peristiwa terjadi
- Menjadi terpesona oleh kematian
- Menjadi terobsesi dengan keselamatan mereka
- Tiba-tiba mengalami masalah dengan tidur, makan, marah atau perhatian
- Dipicu oleh hal-hal seperti ulang tahun seseorang yang meninggal
- Terus menolak bersekolah karena disitulah kejadian mengesalkan itu terjadi
Dalam kasus yang ekstrem, anak-anak dapat mengalami gangguan stres pasca trauma.
Namun gejala PTSD yang tidak terlalu ekstrem dapat mengganggu kehidupan dan kebahagiaan anak.
Stres dan trauma dapat terlihat berbeda pada anak perempuan dan laki-laki.
Biasanya, anak laki-laki cenderung bereaksi lebih cepat dan lebih jengkel serta marah.
Anak perempuan mungkin memerlukan waktu lebih lama untuk bereaksi dan memendam perasaannya.***

Share this article
Waspadai ciri-ciri trauma pada anak, jangan dibiarkan karena bisa berakibat fatal, para orang tua wajib tahu hal ini!