AYOJAKARTA.COM - Meski Lebaran sudah berlalu, topik memaafkan tetap perlu dipertahankan. Kenapa? Karena setiap hari kita berinteraksi dengan orang, dan pasti ada gesekan yang bisa melukai hati dan perasaan kita.
Memaafkan memang bukan perkara yang ringan. Wajar kalau orang yang suka memaafkan diganjar pahala yang besar dalam agama.
Menurut psikolog Indah melalui akun TikTok-nya @sundarindah, memaafkan itu sangat susah.
Tapi membenci dan memendam amarah justru lebih menyusahkan diri kita sendiri.
Karena membenci berarti mengisi diri kita dengan berbagai hal negatif yang sama sekali tidak memberikan manfaat baik buat diri kita.
Semakin lama memendam amarah dan kebencian, justru semakin merugikan diri kita sendiri, bukan orang lain yang melukai kita.
Kamu mungkin sering bertanya-tanya, dia yang jahat, dia yang melakukan kesalahan, tapi sepertinya hidupnya baik-baik saja?
Kok dia tenang-tenang aja? Sementara kamu yang jadi korban, malah semakin menderita, malah semakin terpuruk sejadi-jadinya.
Psikolog Indah mengatakan mengapa pola kita membalik pola pandang seperti itu.
Justru karena dia yang melakukan kesalahan tapi hidupnya masih bisa baik-baik saja, mengapa kamu harus merugikan dirimu sendiri dengan semakin terpuruk padahal kamu tidak melakukan kesalahan apa-apa?
Seharusnya kamu justru bisa menunjukkan kepada dia bahwa kamu semakin baik-baik saja, kamu semakin bahagia setelah keluar dari sirkel hubunganmu dengannya.
Memaafkan bukan cuma tentang benar dan salah, bukan tentang siapa yang menang, siapa yang kalah.
Baca Juga: Ternyata Ini Pilihan Karir yang Cocok dengan Kepribadian Orang yang Lahir di Tanggal 9, 18, dan 27
Memaafkan itu lebih pada proses menenangkan dirimu sendiri.
Menunjukkan bahwa kamu sudah berdamai dengan situasi yang terjadi, menunjukkan bahwa kamu sudah bisa keluar dari hubungan atau situasi yang tidak sehat untuk dirimu.
Jadi, walaupun berat dan susah, belajarlah untuk memaafkan. Bukan untuk orang lain, tapi yang terpenting adalah untuk dirimu sendiri.***
Share this article
Dalam tips psikologi, ternyata memaafkan akan baik untuk kamu, bukan untuk dia yang jahat terhadapmu.