AYOJAKARTA.COM – Saat marah atau frustrasi, sering kali kita cenderung menggunakan kata penghakiman, menyalahkan, dan merendahkan orang lain.
Hal tersebut dapat membuat konflik semakin membesar dan tidak berakhir dengan baik.
Oleh karena itu, penting bagi kita untuk belajar mengatur emosi kita agar dapat merespons dengan lebih tenang dan bijaksana.
Dilansir AyoJakarta.com dari video YouTube Jiemi Ardian yang diunggah pada 29 Mei 2020, tentang aturan 90 detik mengatur emosi.
Dalam video tersebut, dokter Jiemi Ardian seorang spesialis kedokteran jiwa dari Siloam Hospital Bogor menjelaskan aturan 90 detik tersebut.
Dalam konteks pengaturan emosi, penting untuk memahami perbedaan antara "you statement" dan "I statement".
"You statement" cenderung menyalahkan orang lain, sementara "I statement" lebih fokus pada perasaan dan pengalaman pribadi tanpa menghakimi orang lain.
Misalnya, mengatakan "saya merasa frustasi ketika hal ini terjadi" daripada "kamu selalu membuat saya marah".
Salah satu teknik yang efektif dalam mengatur emosi adalah menerapkan "The Ninety Seconds Rule" atau “Hukum 90 detik”.
Aturan 90 detik yaitu waktu untuk merespons secara emosional terhadap suatu situasi sebelum mencapai puncaknya dan mempengaruhi tindakan kita.
Baca Juga: Rismon Sianipar Laporkan Krishna Murti, Warganet Sindir Nyali Kapolri
Bagaimana menggunakan aturan 90 detik? Lakukan langkah - langkah berikut ketika emosi sedang tinggi.
1. Kenali emosi
Sadari dan identifikasi emosi yang sedang kamu rasakan. Apakah itu marah, sedih, atau cemas.
2. Memberikan jeda
Ketika kamu merasakan lonjakan emosi, berikan diri waktu sejenak untuk bernapas dan memberi jeda selama 90 detik sebelum merespons.
3. Gunakan teknik relaksasi
Selama jeda 90 detik, praktikkan teknik relaksasi seperti pernapasan dalam - dalam atau meditasi singkat untuk menenangkan pikiran.
4. Tinjau perspektif
Gunakan waktu tersebut untuk melihat situasi dari sudut pandang yang lebih luas dan mencoba memahami alasan di balik tindakan orang lain.
5. Gunakan "I Statement"
Saat kamu siap merespons, gunakan "I statement" untuk menyampaikan perasaan dan pengalaman pribadi tanpa menyalahkan orang lain.
Baca Juga: Fakta Psikologi: Kepribadian Orang yang Pelor atau Gampang Tidur dalam Hitungan Detik Saja
6. Berkomunikasi dengan bijaksana
Saat berinteraksi dengan orang lain, berbicaralah dengan hormat dan empati, dan hindari menyerang atau mengkritik.
Manfaat mengatur emosi dengan aturan 90 detik:
- Meningkatkan kesejahteraan emosional.
- Memperbaiki hubungan interpersonal.
- Meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan.
- Meningkatkan kesehatan mental secara keseluruhan.
Mengatur emosi bukanlah hal yang mudah, namun dengan latihan dan kesadaran yang tepat, kita dapat melakukannya.
Aturan 90 detik adalah alat yang efektif dalam membantu kita merespons secara lebih sehat terhadap situasi yang menantang.
Mari kita terus berlatih untuk mengelola emosi kita dengan baik dan membangun hubungan yang lebih harmonis dengan orang di sekitar kita.

Share this article
Salah satu teknik yang efektif dalam mengatur emosi adalah menerapkan "The Ninety Seconds Rule" atau “Hukum 90 detik”.