AYOJAKARTA.COM – Depresi adalah suatu gangguan mental yang terkait dengan suasana hati yang sedih, kosong, mudah tersinggung, yang bisa mempengaruhi seseorang dalam bersikap dan bertindak.
Depresi merupakan salah satu gangguan mental yang paling umum terjadi pada remaja dan kerap menjadi masalah yang serius jika tidak ditangani.
Sayangnya, karena hal tersebut sering tejadi, tak jarang masyarakat menilai bahwa depresi itu sebagai tanda kesedihan seperti pada umumnya.
Perlu dipahami, kendati depresi menjadi gangguan mental yang umum terjadi, bukan berarti kondisi tersebut bisa disamakan dengan kesedihan biasa bahkan diabaikan.
Berbeda dengan kesedihan pada umumnya, depresi dapat memiliki efek yang buruk dan berdampak luas pada kehidupan seseorang.
Maka itu, diperlukan pemahaman mengenai apa itu depresi dan seperti apa gejala-gejala yang ditimbulkannya.
Dilansir Ayojakarta.com di laman resmi psychcentral.com, berikut beberapa gejala depresi yang harus kamu ketahui agar bisa lebih peduli terhadap kesehatan mental.
Gejala-gejala Depresi
Meskipun banyak gejala yang cenderung mirip, namun remaja mungkin mengalami depresi secara berbeda dengan orang dewasa.
Orang dewasa biasanya merasakan kesedihan yang amat sangat, sedangkan remaja lebih sering bereaksi secara berlebihan.
Penting untuk dipahami, bahwa emosi dan perubahan suasana hati yang normal berbeda dengan depresi.
Baca Juga: CPNS 2024 DIBUKA APRIL: 10 Jurusan Kuliah yang Jadi Prioritas dan Punya Prospek Besar Jadi ASN
Mengidentifikasi depresi adalah langkah pertama untuk pengobatan dan penanganan.
Pada remaja, gejala depresi biasanya adalah:
- Merasa sedih atau sering menangis
- Merasa lebih mudah tersinggung, marah, atau bermusuhan daripada biasanya
- Merasa tidak ada harapan
- Harga diri yang rendah atau perasaan bersalah
- Energi rendah
- Kehilangan minat atau kesenangan dalam kegiatan yang biasa dilakukan
- Kebosanan yang terus-menerus
- Menarik diri dari keluarga dan teman
- Kesulitan berkonsentrasi atau membuat keputusan
- Akademik terganggu
- Kesulitan untuk tidur
- Kesulitan dengan hubungan atau berkomunikasi
- Perubahan nafsu makan atau berat badan
- Keluhan fisik yang sering terjadi, seperti sakit kepala atau sakit perut
- elukai diri sendiri atau pikiran atau tindakan bunuh diri
Remaja yang hidup dengan depresi mungkin kesulitan untuk mempertahankan kehidupan sosial dan akademis yang sehat.
Maka itu, jika kamu merasa memiliki beberapa gejala di atas, segera periksakan dan konsultasikan dengan medis atau psikolog agar mendapat penanganan dini.
Penyebab Depresi Pada Remaja
Jarang sekali ditemukan penyebab tunggal pada depresi yang dialami kaum remaja.
Penelitian menunjukkan bahwa depresi disebabkan oleh interaksi di antara banyak faktor, yaitu:
Genetik
Penelitian mengenai riwayat keluarga yang mengalami depresi berat menunjukkan adanya pengaruh genetik. Terlihat adanya gangguan afektif yang meliputi depresi dan gangguan bipolar.
Biologi
Bahan kimia otak seperti dopamin, norepinefrin, dan serotonin, terlibat dalam depresi. Penelitian yang lebih baru menunjukkan bahwa koneksi, pertumbuhan, dan fungsi sel saraf juga dapat berpengaruh besar.
Lingkungan
Baca Juga: INFO CPNS 2024: Jadwal 3 Periode, Syarat dan Cara Daftar
Riwayat pengalaman masa kecil yang buruk atau trauma pada masa anak-anak atau remaja sangat terkait dengan depresi. Hal ini bisa meliputi pelecehan fisik atau seksual, kematian dalam keluarga, atau peristiwa traumatis.
Banyak faktor resiko lainnya yang dapat meningkatkan kemungkinan remaja mengalami depresi, yaitu:
- Stres kehidupan yang parah
- Gangguan kesehatan mental lainnya, seperti kecemasan
- Ketidakadilan, termasuk yang terkait dengan kemiskinan, ras, atau gender
- Pengalaman kehilangan atau kesedihan
- Konflik keluarga
- Penyakit kronis
- Perubahan hidup yang signifikan, seperti pindah rumah atau perceraian orang tua
Baca Juga: 7 Alasan Mengapa Seseorang Suka Ikut Campur Urusan Orang Lain, Gangguin Nggak Sih?
Semakin banyak faktor resiko yang dihadapi remaja, semakin besar pula potensi dampaknya terhadap kesehatan mental mereka.
Bagi remaja, tekanan dari masyarakat – teman, keluarga, hiburan, dan media – dapat meningkatkan resiko kondisi kesehatan mental.
Masalah pada kondisi tubuh, penampilan, identitas gender, dan identitas seksual, adalah hal umum yang terjadi pada remaja yang sedang berkembang dan dapat berkontribusi pada depresi.***
Baca Juga: Waduh! Menteri Koperasi dan UKM RI Sebut TikTok Shop Belum Menghormati Hukum di Indonesia
Share this article
Ingat! Depresi tidak sama dengan kesedihan biasa, perhatikan beberapa hal ini agar kamu bisa lebih peduli terhadap diri sendiri.