AYOJAKARTA.COM - Baru-baru ini, banyak yang membicarakan tentang Generasi Z, yang sering disebut sebagai generasi yang lebih sensitif secara emosional dan dijuluki Generasi Stroberi.
Istilah "Generasi Stroberi" pertama kali muncul di Taiwan untuk menggambarkan generasi baru yang tampak menarik, tetapi dianggap mudah terluka.
Kasali Renald, dalam bukunya yang berjudul "Strawberry Generation, Mengubah Generasi Rapuh menjadi Generasi Tangguh," menjelaskan bahwa istilah Generasi Stroberi ini merujuk kepada generasi yang sangat kreatif, namun sering kali mudah menyerah dan merasa terluka.
Baca Juga: 10 Kebiasaan Bertindak Benar, Nomor 5 Jarang Dilakukan Gen Z, Apakah Itu?
Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan Gen Z sebagai generasi yang kurang gigih dan cenderung malas.
Gen Z sendiri adalah kelompok generasi yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012, dan sekarang sebagian besar dari mereka sudah memasuki dunia kerja dan bekerja bersama dengan generasi sebelumnya, yaitu Millennial dan Gen X.
Namun, istilah Generasi Stroberi awalnya diciptakan untuk merujuk kepada generasi yang lahir setelah tahun 1981. Tapi, apa yang sebenarnya mendefinisikan generasi ini?
Pertama-tama, Renald menyebut fenomena peningkatan diagnosis diri sendiri di kalangan anak muda. Ketersediaan informasi melalui internet memungkinkan mereka untuk dengan mudah mencari informasi, termasuk mengenai kesehatan mental mereka sendiri.
Ini mengakibatkan munculnya tren diagnosis diri, di mana seseorang mendiagnosis kondisi mental mereka sendiri tanpa berkonsultasi dengan profesional seperti psikolog atau psikiater. Informasi yang mereka temukan di internet dan media sosial sering kali membuat mereka merasa khawatir dan cemas tentang kondisi kesejahteraan mereka.
Selain itu, kondisi ekonomi keluarga yang lebih baik juga berpengaruh pada generasi berikutnya. Anak-anak muda saat ini sering mengalami kehidupan yang lebih nyaman daripada orang tua mereka. Akibatnya, orang tua cenderung memenuhi semua keinginan anak-anak mereka tanpa memberikan pemahaman mengenai konsekuensi tindakan tersebut.
Orang tua juga seringkali memiliki harapan yang tidak realistis terhadap anak-anak mereka karena keadaan ekonomi yang lebih baik. Ini dapat menimbulkan beban tambahan pada generasi berikutnya.
Meskipun istilah Generasi Stroberi seringkali dikaitkan dengan konotasi negatif, generasi ini memiliki beberapa aspek positif. Mereka cenderung menyukai tantangan, memiliki kemampuan adaptasi yang baik, dan berani menyuarakan pendapat mereka, baik dalam bentuk kritik maupun ide-ide kreatif dan inovatif.
Sebagai generasi yang tumbuh di era perkembangan teknologi yang pesat, mereka juga dikenal sebagai generasi yang dapat dengan mudah mengikuti perkembangan zaman dan teknologi. Mereka sering memiliki idealisme yang kuat dan mengikuti passion mereka saat bekerja, bahkan jika mencari nafkah tetap menjadi prioritas.

Share this article
Generasi Z, atau Generasi Stroberi, dianggap sensitif emosional dan mudah terluka, namun memiliki kemampuan adaptasi dan idealisme yang kuat