AYOJAKARTA.COM — Teks puisi kemerdekaan 17 Agustus berikut ini cocok dibaca pada momentum HUT RI ke-78.
Puisi adalah salah satu karya sastra berbentuk tulisan dan dibaca dengan irama yang menarik.
HUT RI ke-78 dapat dimeriahkan dengan berbagai macam lomba, salah satunya membaca puisi.
Membaca puisi yang bertema Kemerdekaan, tentu dapat memberikan edukasi kepada masyarakat baik dewasa maupun anak-anak untuk menciptakan rasa nasionalisme.
Berikut ini terdapat 5 teks puisi Kemerdekaan 17 Agustus sebagai referensi dan bisa dijadikan pilihan untuk dibaca saat peringatan HUT RI ke-78, dikutip dari berbagai sumber.
Baca Juga: 10 Contoh Soal Lomba Cerdas Cermat 17 Agustus Lengkap dengan Jawabannya
1. Jakarta 17 Agustus 45 Dini Hari
Karya: Sitor Situmorang
Sederhana dan murni
Impian remaja
Hikmah kehidupan
berNusa
berBangsa
berBahasa
Kewajaran napas
dan degup jantung
Keserasian beralam
dan bertujuan
Lama didambakan
menjadi kenyataan
wajar, bebas
seperti embun
seperti sinar matahari
menerangi bumi
di hari pagi
Kemanusiaan
Indonesia Merdeka
17 Agustus 1945
Baca Juga: 1 Agustus Memperingati Hari Apa untuk Pacar? Simak Pengertian Girlfriend Day
2. Hari Kemerdekaan
Karya: Sapardi Djoko Damono
Akhirnya tak terlawan olehku
Tumpah di mataku, di mata semua sahabat-sahabatku
Ke hati kita semua
Bendera-bendera dan bendera-bendera
Bendera kebangsaanku
Aku menyerah kepada kebanggaan lembut
Tergenggam satu hal dan kukenal
Tanah dimana ku berpijak berderak
Awan bertebaran saling memburu
Angin meniupkan kehangatan bertanah air
Semat getir yang menikam berkali
Makin samar
Mencapai puncak ke pecahnya bunga api
Pecahnya kehidupan kegirangan
Menjelang subuh aku sendiri
Jauh dari tumpahan keriangan di lembah
Memandangi tepian laut
Tetapi aku menggenggam yang lebih berharga
Dalam kelam kuat wajah kebangsaanku
Makin bercahaya makin bercahaya
Dan fajar mulai kemerahan
Baca Juga: Download Teks Doa 17 Agustus 2023 PDF dan Contoh Susunan Upacara Bendera HUT RI ke 78
3. 17 Agustus
Karya: A.J Anwar
Orang jahat selalu lebih kukuh dalam niat busuknya
Tak perlu banyak orang untuk merusak sebuah negara
Cukup beberapa koruptor untuk
menyikat ludes uang rakyat
Beberapa pejabat bebal menggagalkan pembangunan
Beberapa politisi memecah belah rakyat
Beberapa provokator licik untuk memicu kerusuhan
Beberapa orang fanatik membenturkan agama
Beberapa tangan terselubung merawat prasangka
Beberapa preman meresahkan masyarakat
Cukup "setitik nila merusakkan susu sebelanga"
Dan bahwa jumlah mereka melimpah, tak pernah cuma seberapa, maka negara hanya punya peluang terbuang
Dan Selamat Hari Kemerdekaan
saudara sebangsa
Selamat Hari Kemerdekaan
Mari berbaris membelanya!
Baca Juga: Contoh Doa Upacara Peringatan HUT RI 17 Agustus di Sekolah, Simak di Sini!
4. Persetujuan dengan Bung Karno
Karya: Chairil Anwar
Ayo Bung Karno kasih tangan,
Mari kita bikin janji
Aku sudah cukup lama dengan bicaramu,
dipanggang di atas apimu, digarami oleh lautmu
Dari mulai tanggal 17 Agustus 1945
Aku melangkah ke depan berada rapat di sisimu
Aku sekarang api aku sekarang laut
Bung Karno, Kau dan aku satu zat satu urat
Di zatmu di zatku kapal-kapal kita berlayar
Di uratmu di uratku kapal-kapal kita bertolak dan berlabuh
Baca Juga: Resmi Naik 1 Agustus 2023? Rincian Gaji PNS dan Pensiunan Terbaru
5. Merdeka itu Mahal
Karya: Ahza Purnama
Jika kau ingin bebas
Jika kau ingin tak terikat
Jika kau ingin tak tertekan
Jika kau ingin hidup damai
Berarti kau ingin merdeka kawan
Tapi apa yang kau buat
Apakah sudah berkorban
Apakah sudah juang
Apakah sudah perang
Atau hanya berpangku tangan kawan
Tahukah kau
Ribuan jiwa runtuh tertimbun
Untuk membebaskan pertiwi dari penjajah keji
Walau darah membanjiri raga kawan
Ingat merdeka itu mahal!
Itulah 5 teks puisi Kemerdekaan 17 Agustus, cocok dibaca saat memperingati HUT RI ke-78.***

Share this article
Hari Kemerdekaan atau HUT RI ke-78 dapat dimeriahkan dengan berbagai macam lomba, salah satunya membaca puisi.