AYOJAKARTA.COM – Anies Baswedan, calon presiden potensial dari Koalisi Perubahan, memberikan apresiasi tinggi terhadap Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Ketua Umum Partai Demokrat, dengan menggambarkannya sebagai sosok yang sangat cerdas.
Meskipun demikian, Anies juga mengakui bahwa AHY masih kurang berpengalaman, terutama dalam dunia politik.
Dalam wawancaranya di kanal YouTube – Abraham Samad Speak Up, Anies tidak ragu-ragu untuk memuji kemampuan AHY dalam menyerap pengetahuan dengan cepat.
Baca Juga: Gambar yang Pertama Kamu Lihat Kuda atau Katak? Terungkap Sisi Positif Kepribadian Anda!
"Mas AHY ini pribadi hebat, memiliki kemampuan belajar cepat, he is very smart," kata Anies, dikutip Jumat, 8 September 2023.
Namun, Anies tidak bisa mengabaikan kenyataan bahwa pengalaman AHY di politik masih terbatas, terutama karena ia baru memulai perjalanan politiknya sekitar tahun 2017.
AHY secara langsung terlibat dalam Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 sebagai calon gubernur, yang pada saat itu dia didampingi oleh Sylviana Murni sebagai eks cawagub.
Anies mengakui bahwa ada kekurangan dalam pengalaman politik AHY, dan dia menyoroti fakta bahwa AHY baru belajar dalam waktu singkat.
Baca Juga: Jelaskan Sejarah Indonesia ke Mahasiswa, Anies Baswedan Dikritik Sejarawan: Salah Maning Son
"Kalau ada yang mengatakan AHY tidak punya pengalaman, iya betul," kata Anies.
"Tapi beliau cepat sekali belajar, bahkan memimpin partai yang relatif baru, beliau punya kemampuan belajar yang luar biasa," sambung dia.
Namun, walaupun Anies memberikan pujian kepada AHY, ia mengambil keputusan mendadak untuk tidak memilih AHY sebagai calon wakil presiden yang akan mendampinginya dalam Pemilihan Presiden 2024.
Sebaliknya, Anies setuju untuk berpasangan dengan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar, yang dikenal sebagai Cak Imin.
Anies mengungkapkan bahwa keputusan tersebut datang secara tiba-tiba, menciptakan kejutan di kalangan publik. Namun, ia menjelaskan bahwa aspirasi untuk mengajak PKB bergabung dalam koalisi sudah ada sejak bulan Juli, dan proses tersebut berlangsung dengan sangat cepat.
"Mendadak. Sehingga menimbulkan kejutan, tapi aspirasi tentang bergabungnya PKB, sejak Juli kepada koalisi kalau bisa mengajak PKB. Ini proses berjalan begitu cepat," ungkap Anies.
Meskipun tidak masuk dalam rencana awalnya, keputusan ini membawa sebuah dinamika baru dalam politik, yang dianggap sebagai takdir oleh Anies.
"Ini tidak dalam rencana. Di ujung memunculkan sebuah kebersamaan baru. Ini takdir," tambah Anies.***

Share this article
Anies Baswedan tidak bisa mengabaikan kenyataan, pengalaman AHY di politik masih terbatas karena ia baru memulai perjalanan politiknya.