AYOJAKARTA.COM – Empati merupakan kemampuan seseorang untuk bisa memposisikan diri pada situasi yang sedang dihadapi orang lain.
Saat seseorang mengalami hal menyedihkan dalam hidup, orang yang memiliki empati akan ikut merasakan kesedihan.
Begitupun dengan emosi-emosi lain seperti bahagia, takut atau cemas, bisa ikut dirasakan oleh seseorang yang memiliki rasa empati.
Individu dengan rasa empati yang tinggi dan sangat peka atau biasa disebut seorang Empath, dapat dengan mudah merasakan emosi orang di sekitarnya.
Meskipun rasa empati merupakan hal sangat mendalam dari diri seseorang, empati memiliki sejumlah fakta yang dapat dikenali secara umum.
Agar tidak mudah menghakimi seseorang dengan menyebutnya tidak punya empati, berikut ini adalah lima fakta mengenai empati yang perlu dikenali dan diketahui.
Fakta pertama, secara biologis empati merupakan merupakan salah satu bawaan lahir atau default yang terprogram oleh Pencipta manusia.
Namun dalam perkembangan hidup dan pengalaman yang dirasakan, rasa empati bisa mengalami perubahan.
Karenanya, fakta selanjutnya dari rasa empati adalah tidak berfungsi secara otomatis sejak lahir atau perlu dilatih.
Dengan mengacu kepada fakta ini, tidak mengherankan apabila kualitas empati seseorang dengan orang lain tidak sama dan bergantung pada konteks atau kebutuhannya.
Sesuai dengan fakta kedua, maka fakta berikutnya dari rasa empati adalah seringkali bersifat egois atau sengaja dibatasi.
Seseorang tentu saja akan lebih dapat menunjukkan atau merasakan empati kepada lingkaran sosial yang dikenal.
Selain itu, rasa empati seseorang juga seringkali menyangkut permasalahan-permasalahan yang berhubungan dengan orang tersebut.
Fakta keempat mengenai rasa empati yang dimiliki setiap individu adalah bahwa empati bisa diajarkan atau dikembangkan.
Semakin terlatih dan besar rasa empati yang dimiliki seseorang, maka ketersambungannya dengan mahluk-mahluk Tuhan akan semakin berkualitas.
Namun demikian perlu juga diketahui dan disadari bahwa rasa empati juga memiliki batasan, dan inilah fakta lain tentang empati.
Kurangnya pemahaman seseorang mengenai batasan rasa empati, tidak jarang membuatnya terjebak pada tindakan altruistik.
Altruistik merupakan suatu tindakan yang lahir karena dorongan rasa empati namun tidak dibatasi, sehingga menyebabkan pelakunya mengalami kesengsaraan.
Biasanya, tindakan altruistik terjadi karena kepekaan seseorang yang sedang mengalami kebingungan karena tidak mengenali batasan.
Orang altruistik dalam penggunaan istilah sehari-hari sering diibaratkan sebagai lilin yang menerangi sekitar namun dirinya sendiri justru terbakar.
Baca Juga: Ungkap Karakter dan Kepribadian Seseorang Berdasarkan Buah Favorit, Kamu yang Mana?
Demikian lima fakta empati yang dirangkum Ayojakarta pada Selasa, 3 Oktober 2023, dari akun instagram @satupersenofficial.

Share this article
Meskipun rasa empati merupakan hal sangat mendalam dari diri seseorang, empati memiliki sejumlah fakta yang dapat dikenali secara umum.