AYOJAKARTA.COM -- Sejak pertengahan Oktober 2023, warga Tiongkok kembali dibuat heboh dengan adanya wabah pneumonia akut yang menyerang anak-anak.
Memasuki pertengahan November 2023, Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok melaporkan adanya peningkatan kasus pneumonia akut.
Dampak adanya wabah pneumonia akut tersebut, sebagian besar rumah sakit di Tiongkok dipenuhi pasien dengan gejala mirip influenza.
Guna mengantisipasi meluasnya wabah, pemerintah Tiongkok mulai kembali memberlakukan protokol kesehatan sebagaimana saat Covid mewabah.
Bukan saja terjadi di Tiongkok, penyebaran wabah pneumonia akut yang menyerang anak-anak juga mulai merebak di negara Belanda.
Terkait dengan penyebaran pneumonia yang relatif cepat dan masif, Ahli Epidemiologi Griffith University Australia memberi tanggapan.
Menurut Dicky Budiman, kasus pneumonia yang saat ini tengah mengancam di sejumlah negara merupakan fenomena musiman.
Dicky menambahkan, kasus pneumonia yang saat ini merebak di Tiongkok terjadi akibat beragam patogen, virus ataupun bakteri.
Adanya kelompok usia yang belum memiliki imunitas, menurut Dicky menjadi kelompok paling rentan mengalami dampak.
Baca Juga: 7 Tanda Kamu Tidak Dicintai Orang di Sekitarmu, Yuk Kenali Ciri-cirinya
Oleh karena itu, Dicky berpendapat agar kelompok usia yang belum memiliki imunitas di setiap negara perlu mendapatkan perhatian secara optimal.
“Hutang imunitas ini harus dibayar dengan cara proteksi dengan vaksin, karenanya vaksin booster menjadi penting,” ujar Dicky.
Situasi endemik sebagaimana saat ini dialami di Tiongkok dan Belanda, menurut Dicky bisa saja terjadi di negara lain termasuk Indonesia.
Sebagai langkah antisipasi agar kasus serupa tidak terjadi dan mengancam Indonesia, Dicky menilai perlunya membuat pertimbangan secara jelas.
Disamping berpotensi menyerang anak-anak, pneumonia juga berpeluang menyerang orang-orang dewasa yang mengalami penurunan daya tahan tubuh.
Baca Juga: Tipe Golongan Darah yang Punya Bakat Kaya Raya Sejak Lahir, Urutan Pertama Ternyata Bukan Goldar AB
Adanya kekhawatiran yang berkembang di masyarakat saat ini, menurut Dicky hal tersebut merupakan hal wajar.
“Baik SARS maupun Covid-19, yang membuat ini panik karena keduanya ini diawali dengan yang namanya Undiagnosed Pneumonia Infection,” ungkap Dicky.
Karena itu, tidak mengherankan apabila kemudian masyarakat di sejumlah negara ikut mengalami kepanikan.
Terkait dengan ketakutan akan terjadinya pandemik, Dicky menilai peluang terjadinya hal tersebut sangat kecil.
“Kalau bicara potensi pandemik, amat sangat kecil,” imbuh Dicky saat diwawancarai oleh awak media.
Baca Juga: Daftar Tanggal Merah 2024 Resmi dari Pemerintah, Hore Ada Banyak Libur Menanti Tahun Depan
Peningkatan jumlah pasien di sejumlah rumah sakit di Tiongkok, menurut Dicky lebih disebabkan karena adanya resisten pada kasus infeksi mikoplasma.
“Booster, 5M atau perilaku hidup bersih sehat, memakai masker menjadi tetap relevan,” pungkasnya dikutip Ayojakarta, Kamis, 30 November 2023 dari Youtube Kompas TV.***

Share this article
Bukan saja terjadi di Tiongkok, penyebaran wabah pneumonia akut yang menyerang anak-anak juga mulai merebak di negara Belanda.