AYOJAKARTA.COM – Salah satu adat atau kebiasaan masyarakat Indonesia dalam menyambut datangnya Ramadhan adalah dengan melakukan ritual.
Ritual atau rangkaian upacara menjelang Ramadhan merupakan salah satu anjuran yang secara turun-temurun dilakukan para leluhur.
Meski bukan merupakan ajaran keagamaan, pelaku ritual meyakini bahwa untuk mendekatkan diri pada Ramadhan yang penuh kebaikan perlu diawali dengan hal-hal baik.
Adapun tujuan atau fungsi utama dari sebuah ritual yang dilakukan pra Ramadhan adalah sebagai salah satu upaya menyucikan diri.
Sehingga ketika memasuki datangnya bulan Ramadhan, pelaku ritual telah benar-benar berada dalam kondisi siap serta siaga baik jiwa maupun raga.
Dengan berbekal kesiapan tersebut, maka segala proses ibadah yang dilakukan selama Ramadhan akan semakin membekas dan memiliki kualitas spiritualitas.
Dalam pelaksanaannya, sejumlah ritual menjelang Ramadhan juga melibatkan para Orang Tua atau sanak saudara yang sudah tiada atau meninggal dunia.
Berikut ini merupakan ritual atau kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan oleh umat muslim Indonesia setiap kali menyambutnya datangnya bulan puasa.
Nyekar, berasal dari kata Sekar atau bahasa Jawa yang berarti bunga, tradisi ini dilakukan dengan membawa bunga ke makam Leluhur atau orang-orang terdekat.
Ritual dengan cara berziarah kubur ini ditujukan untuk mendoakan arwah para Ahli Kubur, sehingga dijauhkan dari Siksa Kubur.
Baca Juga: Daftar PTN dan PTS dengan Jurusan Psikologi Akreditasi A, Apakah Kampusmu Termasuk?
Ritual kedua yang biasa dilakukan oleh masyarakat Nusantara dalam menyambut datangnya bulan Ramadhan adalah Sembah Sungkem.
Sembah Sungkem merupakan tradisi meminta maaf, khususnya kepada orang-orang yang lebih tua agar saat berpuasa hati dalam keadaan bersih dan jernih.
Ritual atau tradisi selanjutnya adalah Punggahan, berasal dari kata Munggah yang berarti naik, merupakan ritual bersedekah kepada orang kurang beruntung.
Dimana berkah atau dampak dari kebaikannya ditujukan secara khusus kepada orang yang telah meninggal dunia.
Baca Juga: Tes Kepribadian: Ikuti Kuis Ini Untuk Ungkap Perempuan Seperti Apa Kamu, Cek di Sini
Dalam tradisi nusantara, kedatangan bulan Ramadhan juga sering disambut dengan ritual Padusan atau Adus yakni bahasa Jawa yang berarti Mandi.
Ritual mandi ini biasanya dilakukan di Sendang atau Sumber Mata Air yang bertujuan untuk membersihkan Jiwa serta Raga pelaku ritualnya, sehingga lebih khusuk.
Tradisi lain yang dilakukan menyambut datangnya Ramadhan bagi umat muslim Indonesia adalah Nisfu Syaban.
Nisfu Syaban biasa dilakukan di pertengahan bulan Syaban, dengan cara membaca Surat Yasin dengan tiga kali pengulangan.
Meski dipercaya menjadi salah satu kebiasaan dari para Ulama Ahli Hikmah, namun ada juga yang berpendapat beda sehingga menambah khazanah.***
Baca Juga: Anies Baswedan Tanggapi Soal Lonjakan Suara PSI: Kalau Tidak Ada Suaranya Jangan Diada-Adakan

Share this article
Menjelang pelaksanaan Ramadhan 2024, terdapat 5 ritual sakral yang kerap dijalankan masyarakat. Simak ulasannya berikut.