AYOJAKARTA.COM - Ketidaksetiaan atau lebih dikenal perselingkuhan dalam hubungan merupakan sebuah tindakan yang sangat mengecewakan.
Rusaknya kepercayaan yang telah lama dibangun akibat tindakan perselingkuhan, bukanlah keinginan dari setiap orang untuk mengalami hal itu.
Selingkuh kerap kali dilakukan secara diam-diam bahkan ada pula yang melakukannya secara terang-terangan.
Baca Juga: BPNT Rp600.000 Cair Minggu Ini? Cek Namamu, Ada Bansos PKH, BLT Mitigasi yang Cair Juga
Dengan demikian, apa yang menyebabkan terjadinya perselingkuhan?
Menurut ahli psikolog, Selterman dalam jurnalnya mengemukakan tentang alasan mengapa orang memilih untuk berselingkuh, berikut alasannya:
1. Ingin merasa bebas
Dalam sebuah hubungan, seringkali pasangan telah menyepakati berbagai batasan, mulai dari interaksi sosial dengan lawan jenisnya hingga pergaulan di lingkungan pekerjaan.
Ini dapat membuat beberapa pasangan merasa dibatasi dan tidak dapat mengekspresikan diri mereka secara bebas.
Ketika mereka mencari seseorang yang dapat memahami keinginannya dan menemukannya untuk kebebasan tanpa batas, hal ini sering menjadi alasan untuk berselingkuh.
Baca Juga: Bansos PKH Tahap 2 Periode Maret-April di SIKS-NG Mulai Cair Hari Ini?
2. Kemarahan atau ingin balas dendam
Untuk beberapa orang, ada berbagai cara untuk mengekspresikan kemarahan diantaranya memilih untuk tidak berbicara dengan pasangannya.
Namun, ternyata ada orang yang mengekspresikan kemarahannya dengan mencari kesibukan bersama orang lain untuk mengalihkan perasaannya.
Tindakan ini sering kali dianggapnya sebagai upaya balas dendam atas rasa sakit yang dialami karena pasangannya.
Baca Juga: Kabar Gembira: Belasan Kementerian Buka Loker untuk Lulusan SMA sebagai Operator, Baca Yuk Tugasnya!
3. Hubungan terlalu membosankan
Untuk beberapa orang, hubungan tanpa konflik terasa monoton. Perdebatan kecil, jika diatasi dengan baik, malah dapat memperkuat ikatan antara pasangan.
Namun, alasan seperti ini seringkali dijadikan pembenaran oleh mereka yang tidak memiliki komitmen untuk menjaga hubungan yang telah diikrarkan..
4. Tidak yakin jika benar-benar cinta
Keraguan terhadap cintanya biasanya muncul saat kita menghadapi masalah dalam hubungan.
Pertanyaan tentang apakah suatu hubungan layak dipertahankan seringkali memicu perdebatan dalam jiwanya.
Penting untuk membangun kepercayaan pada pasangan sejak awal suatu hubungan romantis, sehingga keraguan dapat diminimalisir di masa yang akan datang.
Baca Juga: 5 Jurusan kuliah yang Sebaiknya Tidak Diambil oleh Anak IPS, Adakah Jurusan Favoritmu?Baca Juga: 5 Jurusan kuliah yang Sebaiknya Tidak Diambil oleh Anak IPS, Adakah Jurusan Favoritmu?
5. Tidak komitmen
Komitmen merupakan hal yang hanya ada pada mereka yang yakin dan percaya bahwa hubungan mereka dengan pasangan dapat berkembang ke tahap yang lebih serius.
Jika komitmen ini belum terbentuk, sebaiknya hal tersebut dibicarakan dengan pasangan untuk memastikan bahwa harapan di masa depan dapat sesuai dengan realitas.
Kurangnya komitmen dapat menyebabkan rasa sakit bagi salah satu pihak sebab tidak sesuai dengan yang telah disepakatinya.
Baca Juga: Tes IQ: Angka Berapa yang Ada dalam Lingkaran Merah, Jawab dalam 5 Detik
Dengan demikian, bosan bukan menjadi pemicu satu-satunya dalam tindakan orang melakukan selingkuh.
Ada beberapa faktor lainnya yang turut menjadi pemicu perselingkuhan.
Dengan memahami faktor-faktor pemicu perselingkuhan, semoga dapat dipahami agar terhindar dari tindakan perselingkuhan yang akan menghancurkan hubungan yang sejak lama telah dibangun, semoga bermanfaat.
Share this article
Ketidaksetiaan atau lebih dikenal perselingkuhan dalam hubungan merupakan sebuah tindakan yang sangat mengecewakan.