AYOJAKARTA.COM - Perselingkuhan adalah faktor abnormal yang dialami manusia yang mengharapkan hubungan sehat.
Siapa pun yang berharap memiliki hubungan sehat, maka akan sebisa mungkin menghindari yang namanya perselingkuhan.
Namun, sebuah penelitian telah menemukan, bahwa perselingkuhan itu bisa disebabkan oleh faktor genetik.
Baca Juga: Teknik Psikologi: Lakukan 10 Hal Ini Agar Pria Tampak Menarik di Hadapan Wanita
Dilansir ayojakarta.com dari Medical News Today, gen tertentu yang terkait dengan perilaku mencari sensasi telah diidentifikasi oleh para peneliti dari State University of New York.
Penemuan tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Plos ONE (Public Library of Science).
Ternyata, jenis gen reseptor dopamin tertentu berkaitan dengan perselingkuhan dan cinta satu malam.
Para peneliti menjelaskan bahwa perilaku seksual manusia sangat bervariasi.
Baca Juga: Ungkap 4 Fakta Unik Kepribadian Orang yang Lahir pada Hari Minggu, Kamu Salah Satunya?
Tidak hanya di antara populasi yang berbeda, tapi juga di dalam populasi itu sendiri.
Meskipun teori evolusi berakar pada perilaku seksual dan karakteristik yang berhubungan dengan seks, para ilmuwan tidak tahu banyak tentang bagaimana gen mempengaruhi perbedaan individu dalam cara kita berperilaku seksual.
Tim peneliti State University mengawali risetnya untuk menentukan apakah reseptor dopamin dapat berdampak pada dorongan di balik beberapa perilaku seksual, seperti perselingkuhan dan pergaulan bebas.
Riset tersebut melibatkan 181 orang dewasa muda. Mereka diwawancarai mengenai hubungan dan perilaku seksual.
Baca Juga: Tes Kepribadian: Gaya berjalan Anda mengungkapkan ciri-ciri kepribadian ini
Selain wawancara, penelitian itu juga melakukan pengujian sampel untuk tes DNA.
Sebanyak 77 persen dari responden, mengatakan bahwa mereka memiliki riwayat hubungan seksual.
Para peneliti menemukan 50 persen dari responden diketahui tidak setia kepada pasangannya.
Mereka yang tidak setia ini memiliki 7R+, yang merupakan variasi genetik dari reseptor dopamin.
Sedangkan 22 responden yang tidak memiliki 7R+ relatif lebih setia kepada pasangannya.
Dampak 7R+ terhadap perselingkuhan atau pergaulan bebas pada pria dan wanita tampaknya hampir sama.
Para peneliti menekankan bahwa penelitian lebih lanjut dan lebih besar diperlukan untuk mengonfirmasi temuan mereka.
Pada saat ini, tidak mungkin untuk mengonfirmasi hubungan sebab akibat antara perilaku seksual dan sifat genetik.
Namun, genetika tampaknya berperan dalam bagaimana kita berperilaku dan keputusan yang kita buat dalam hidup.
Para peneliti menekankan bahwa hubungannya bersifat asosiatif.
Dengan kata lain, beberapa orang dengan variasi genetik tidak akan menjadi tidak setia atau bebas, dan beberapa orang yang tidak memiliki variasi genetik akan melakukannya.
Karena hubungan ini bersifat asosiatif, penelitian ini tidak membiarkan para pelanggar bebas dari jeratan hukum.
Penelitian itu juga menunjukkan bahwa variasi genetik yang sama telah dikaitkan dengan kecanduan judi, alkohol, dan kecintaan terhadap film horor.
***
Share this article
Siapa pun yang berharap memiliki hubungan sehat, maka akan sebisa mungkin menghindari yang namanya perselingkuhan.