AYOJAKARTA.COM - Apakah kepribadian bersifat genetik, atau apakah lingkungan memainkan peranan yang lebih besar dalam membentuk siapa diri kita?
Dikutip dari Verywell Mind, baik genetika maupun lingkungan berperan dalam perkembangan kepribadian.
Meskipun demikian, tingkat spesifik masing-masing peran seringkali bergantung pada ciri kepribadian spesifik yang bersangkutan.
Apa Itu Ciri-ciri Kepribadian?
Baca Juga: Tes Ilusi Optik: Bisakah Kamu Temukan Lumba-lumba dalam Waktu 7 Detik? Coba Sekarang!
Ciri-ciri biasanya didefinisikan sebagai karakteristik berbeda yang membentuk kepribadian seseorang.
Ciri-ciri kepribadian adalah pola pemikiran, perasaan, dan tindakan yang relatif stabil yang membedakan orang sebagai individu.
Teori sifat menyatakan bahwa kepribadian kita terdiri dari sejumlah sifat luas yang berbeda.
Misalnya, ekstroversi (sering dikenal sebagai ekstraversi) adalah dimensi kepribadian yang menggambarkan cara orang berinteraksi dengan dunia.
Baca Juga: Hari Ini hingga Seminggu ke Depan Bansos Rp600 Ribu Bakal Dicairkan, Bukan BLT MRP?
Misalnya, ada orang yang sangat ekstrover dan ramah, sementara ada pula yang lebih tertutup dan pendiam.
Di masa lalu, diyakini bahwa ciri-ciri kepribadian tidak banyak berubah sepanjang hidup.
Beberapa penelitian jangka panjang telah mengungkapkan bahwa sifat-sifat lebih berbeda dari yang diyakini sebelumnya dan bahwa beberapa perubahan kepribadian dapat dan memang terjadi seiring berjalannya waktu.
Apakah Kepribadian Genetik atau Lingkungan?
Apa yang lebih penting dalam hal kepribadian, sifat, atau pengasuhan? Seberapa besar pengaruh DNA terhadap kepribadian Anda?
Baca Juga: Hari Ini hingga Seminggu ke Depan Bansos Rp600 Ribu Bakal Dicairkan, Bukan BLT MRP?
Para peneliti telah menghabiskan waktu puluhan tahun mempelajari keluarga, anak kembar, anak angkat, dan keluarga asuh untuk lebih memahami seberapa besar kepribadian bersifat genetik dan seberapa besar faktor lingkungan.
Baik alam maupun pengasuhan dapat berperan dalam kepribadian, meskipun penelitian terhadap saudara kembar berskala besar menunjukkan bahwa terdapat komponen genetik yang kuat.
Meskipun tingkat pastinya bervariasi tergantung pada sifat, genetika memang mempunyai pengaruh terhadap kepribadian.
Baca Juga: Tes Ilusi Optik: Bisakah Kamu Temukan Lumba-lumba dalam Waktu 7 Detik? Coba Sekarang!
Studi tentang saudara kembar dan adopsi menunjukkan bahwa kepribadian manusia sekitar 30 hingga 60 persen dapat diwariskan.
Hal ini tentu bukan berarti lingkungan tidak berperan dalam membentuk kepribadian.
Ciri-ciri kepribadian itu kompleks, dan penelitian menunjukkan bahwa faktor genetik dan lingkungan membentuk sifat-sifat tersebut.
Kedua kekuatan ini berinteraksi dalam berbagai cara untuk membentuk kepribadian individu.
Salah satu studi longitudinal paling terkenal yang mengamati heritabilitas karakteristik kepribadian, Minnesota Study of Twins Reared Apart, telah lama dikutip sebagai bukti bahwa sifat-sifat pada dasarnya diwariskan.
Namun, sebuah kritik baru-baru ini mempertanyakan hasil penelitian ini dengan menyatakan bahwa data penting tentang kelompok kontrol tidak dipublikasi.
Sebuah studi tahun 2018 yang diterbitkan dalam jurnal Molecular Psychiatry menyimpulkan bahwa interaksi antara lebih dari 700 gen memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap ciri-ciri kepribadian tertentu dibandingkan pengaruh budaya dan lingkungan.
***

Share this article
Apakah kepribadian bersifat genetik, atau apakah lingkungan memainkan peranan yang lebih besar dalam membentuk siapa diri kita?