Tips Psikologi: 7 Langkah Hentikan Kecanduan Smartphone dan Media Sosial

Ilustrasi tips psikologi menghentikan kecanduan Smartphone dan media sosial
Ilustrasi tips psikologi menghentikan kecanduan Smartphone dan media sosial

AYOJAKARTA.COM - Jujur, berapa jam sehari kamu habiskan untuk bermain smartphone dan menjelajahi media sosial?

Apa benda pertama yang kamu cari saat bangun tidur di pagi hari, dan apa benda terakhir yang kamu pegang sebelum tidur di malam hari?

Jawabanmu atas kedua pertanyaan tersebut bisa menjadi indikasi apakah kamu kecanduan smartphone, khususnya media sosial.

Tanda-tanda umum dari kecanduan media sosial adalah gelisah, memeriksa akun media sosial setiap beberapa menit, stres ketika tanggapan terhadap postingan tidak sesuai harapan.

Baca Juga: Sering Menyimpan dan Memendam Emosi? Ini 3 Alasan Mengapa Kamu Harus Segera Berhenti

Dilansir dari HabitStrong.com, kita secara obsesif memeriksa smartphone kita karena media sosial menggunakan apa yang dikenal sebagai “putaran umpan balik dopamin”.

Secara antropologis, dari zaman dulu otak kita dirancang untuk mempelajari perilaku yang dianggap bermanfaat.

Biasanya, hal-hal yang memberi kesenangan akan membuat nenek moyang kita bisa bertahan hidup di alam liar.

Baca Juga: 7 Etika Tidak Tertulis yang Wajib Kamu Tahu Agar Kepekaan Sosial Bisa Naik, Bikin Makin Berwibawa!

Misalnya, gula adalah sumber energi yang baik dan karenanya, tubuh kita telah berevolusi untuk menganggap gula itu menyenangkan.

Selain itu, otak kita ingin kita melakukan hal-hal yang menyenangkan lagi dan lagi, dan hal ini dilakukan dengan melepaskan neurotransmitter yang disebut dopamin.

Mengecek smartphone memberi kegembiraan dan perasaan bermanfaat yang menyebabkan pelepasan dopamin. Inilah yang membuatmu lebih sering mengecek smartphone.

Untuk menghentikan kecanduan smartphone, kita harus memutus putaran umpan balik dopamin dengan 7 langkah berikut:

Baca Juga: CASN 2024 : Penguatan Kualitas Layanan Sosial Nasional, Segini Formasi CASN Kemensos

1. Hentikan kebiasaan mengecek smartphone secara otomatis

Langkah pertama adalah menciptakan kesadaran. Setiap kali kamu menemukan dirimu meraih smartphone, katakan pada diri sendiri: “Saya meraih smartphone saya.”

2. Nonaktifkan notifikasi

Tindakan kebiasaan sering kali dimulai dengan pemicu. Dalam kasus media sosial, notifikasi bertindak seperti pemicu.

Notifikasi mengingatkanmu untuk memeriksa smartphone untuk melihat video yang sangat lucu atau untuk melihat apa yang sedang dilakukan orang lain.

Baca Juga: PKN STAN, IPDN, dan Sekdin Lain Dibuka April-Mei, Ini Link Informasi 9 Sekolah Kedinasan Lengkap Tutorial Pendaftarannya

3. Hapus aplikasi media sosial

Seringkali, kehadiran aplikasi di smartphone kita saja bisa menjadi pemicunya. Oleh karena itu hapus instalan aplikasi media sosial dari smartphonemu.

Membuat sesuatu menjadi sulit untuk dicapai cenderung menghalangi pikiran untuk melakukannya sama sekali.

4. Puasa digital seminggu sekali

Sama seperti kamu kadang-kadang mengistirahatkan perut karena puasa atau diet, lakukan hal yang sama untuk pikiran juga.

Setiap minggu, luangkan setidaknya 6 hingga 12 jam untuk waktu bebas layar. Simpan laptop dan smartphone dan lakukan hal-hal yang tidak perlu menatap layar.

Membaca, bermain, atau waktu bersama keluarga hanyalah beberapa contohnya.

5. Jangan gabungkan pekerjaan dan hiburan

Baca Juga: Ini 8 Tanda Pacar Kamu Menjalin Hubungan Denganmu karena Terpaksa, Usai atau Tetap Lanjut?

Wajibkan untuk meninggalkan smartphone di luar jangkauan saat kamu duduk untuk bekerja.

Hal ini tidak hanya akan membantu meningkatkan produktivitas kerja, tetapi juga menjaga kebiasaan penggunaan media sosial.

6. Aturan 'Tidak Ada Telepon'

Tidak ada telepon di meja makan.

Tidak ada telepon selama waktu keluarga.

Tidak ada telepon saat menggunakan kamar kecil.

Tidak ada telepon di tempat tidur atau 30 menit sebelum tidur.

Baca Juga: CPNS 2024: Ingin Kerja Bareng Pak Basuki? Ini Formasi CASN Kemen PUPR yang Dibuka!

Tidak ada telepon 1 jam setelah bangun tidur.

Kamu dapat membuat aturan lain yang sesuai untukmu.

7. Gantikan aktivitas digital dengan aktivitas fisik

Media sosial menggantikan interaksi fisik antara teman dan anggota keluarga. Jadi, daripada hanya menyukai postingan seseorang, temuilah mereka untuk silaturahmi.

Aktivitas fisik akan melibatkan pikiran pada hal lain selain smartphone.

Tubuh manusia dibuat untuk bergerak. Aktivitas fisik yang intens melepaskan endorfin dalam tubuh, yang merupakan hormon “perasaan baik” – sebuah alternatif yang bagus untuk dopamin.***

Baca Juga: Mau Kuliah USU? Ini Dia Prediksi Skor Minimal UTBK Masuk Universitas Sumatera Utara Jalur SNBT 2024

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# tips psikologi
# Kecanduan
# Smartphone
# Media Sosial

News Update

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.

Metropolitan

Kualitas Udara Jakarta Memburuk, DLH Perkuat Early Warning System hingga Pelari Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan!

Belakangan ini, jagat media sosial tengah ramai dengan imbauan bagi para pelari untuk mengurangi aktivitas olahraga di luar ruangan akibat memburuknya kualitas udara di Jakarta.

Bisnis

Pertamina Drilling Tuntaskan Pengeboran Sumur JAS-034 Tanpa Kecelakaan, Hasil Uji Produksi Capai 326 BOPD

PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) berhasil menyelesaikan pengeboran sumur Rig PDSI#15.3/N110-M (1500 HP) pengembangan JAS-034 milik PT Pertamina EP Zona 7

Metropolitan

Ibu Kota Darurat Sampah, Pemprov DKI Jakarta Kebut Pembangunan PSEL di Dua Lokasi Ini!

Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan langkah cepat untuk mengatasi persoalan sampah yang semakin mendesak di ibu kota.

Metropolitan

Tekan Sampah ke Bantargebang, Pramono Anung Bakal Hidupkan Kembali TPS3R di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berkomitmen untuk mengatasi persoalan sampah di ibu kota dengan mengoptimalkan peran Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

Metropolitan

Atasi Masalah Sampah, Pemprov DKI Jakarta Dorong Sekolah Manfaatkan Lahan untuk Urban Farming!

Pemprov DKI Jakarta kini tengah gencar mendorong seluruh sekolah di ibu kota untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruang hijau dan lahan terbuka.

Nasional

Kemenkum Naikkan Tarif Lepas Status WNI, Apa Saja yang Berubah di PP No. 30 Tahun 2026?

Melalui PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, tarif lepas WNI naik jadi Rp3,5-5 juta & naturalisasi WNA Rp75 juta. Kenaikan ini ditujukan untuk modernisasi layanan digital Kemenkum.

Metropolitan

Pramono Anung Minta Warga Waspadai Kebakaran di Musim Kemarau, APAR Disiapkan di Setiap RW

Imbauan tersebut disampaikan menyusul prediksi BMKG yang menyebut musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang dengan kondisi cuaca yang lebih

Gadget

Resmi Meluncur 22 Juli, Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra Bawa Layar Anti-Reflektif Bebas Silau!

Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra rilis 22 Juli 2026 dengan layar anti-reflektif khusus, kamera telefoto, dan lipatan minim. Varian standar dibanderol mulai Rp35 jutaan beserta lini Galaxy Watch 9.

Jakarta Selatan

Pramono Resmikan Bedah Rumah di Mampang Bekas Kebakaran, 22 KK Kini Miliki Hunian yang Lebih Layak

Program ini adalah wujud kolaborasi multipihak untuk mempercepat pemulihan warga yang terdampak kebakaran.