AYOJAKARTA.COM - Akhir-akhir ini banyak penelitian yang mencari relasi antara penggunaan media sosial dan kesehatan mental.
Dilansir dari Psychology Today, berhenti sejenak dari media sosial ternyata dapat mengurangi stres, kecemasan, depresi, dan masalah citra tubuh.
Membatasi penggunaan media sosial hingga 15-30 menit per hari juga mengurangi depresi, kecemasan, dan rasa takut ketinggalan.
Sebuah penelitian pada 2022 meminta 154 peserta (rata-rata berusia 29,6 tahun) untuk berhenti menggunakan media sosial selama satu minggu, atau terus menggunakannya seperti biasa.
Kelompok yang berhenti menggunakan media sosial mengalami penurunan kecemasan dan depresi secara signifikan, serta kesejahteraan yang lebih baik.
Di kalangan mahasiswa, sebuah penelitian terhadap 555 peserta menunjukkan bahwa istirahat satu minggu dari media sosial secara signifikan menurunkan tingkat stres, terutama bagi orang-orang yang menggunakan media sosial secara berlebihan.
Sebuah studi penelitian pada tahun 2022 terhadap anak perempuan berusia 10-19 tahun menunjukkan bahwa istirahat di media sosial selama tiga hari secara signifikan menurunkan pengawasan terhadap tubuh mereka (misalnya, khawatir apakah pakaian mereka terlihat bagus di tubuh mereka) dan rasa malu terhadap tubuh mereka serta meningkatkan rasa sayang pada diri sendiri.
Baca Juga: 8 Jurusan Teknik Paling Sulit dan Kompleks, Berani Ambil?
Mengapa Jeda Media Sosial Meningkatkan Kesehatan Mental
Menggunakan media sosial sering kali melibatkan membandingkan diri Anda dengan orang lain, dan hal ini dapat menimbulkan perbandingan penampilan, frustrasi karier, dan rasa iri.
Salah satu alasan mengapa mengurangi penggunaan media sosial dapat meningkatkan kesehatan mental adalah dengan mengkritik diri sendiri.
Penggunaan media sosial dapat meningkatkan kritik diri, sebuah kebiasaan mental umum yang dikaitkan dengan banyak masalah kesehatan mental seperti kecemasan, depresi, penggunaan narkoba, gangguan makan, dan tindakan menyakiti diri sendiri.
Strategi untuk Mengurangi Penggunaan Media Sosial
Strategi “perangkat lunak” dan “perangkat keras” dapat membantu orang mengelola penggunaan media sosial mereka.
Misalnya, salah satu pendekatan perangkat lunak adalah menghapus aplikasi di smartphonemu tetapi tetap menyimpannya di laptop atau komputer desktop.
Pendekatan perangkat keras dapat melibatkan menjauhkan smartphone dari jangkauanmu (misalnya, di tempat tertentu di rumah, seperti pada ponsel lama) daripada di saku atau mencoba ponsel jadul selama sebulan.
Baca Juga: 7 Jurusan Kuliah yang Berpotensi Hilang di Masa Depan Karena Tergantikan Teknologi, Apa Saja?
Apakah Istirahat Penuh Diperlukan?
Penelitian menunjukkan bahwa membatasi penggunaan media sosial memang dapat meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas, dan pengguna berat akan merasakan manfaat yang paling nyata.
Sebuah penelitian terhadap 230 mahasiswa sarjana melaporkan bahwa peserta yang membatasi penggunaan media sosial setiap hari hingga 30 menit selama periode dua minggu mengalami penurunan depresi, kesepian, kecemasan, dan rasa takut ketinggalan secara signifikan, sedangkan perasaan positif mereka meningkat.
Penelitian lain menunjukkan bahwa pengurangan penggunaan smartphone (dan mungkin media sosial) sebanyak satu jam selama seminggu dikaitkan dengan peningkatan kesejahteraan dan kepuasan hidup yang dipertahankan empat bulan kemudian.
Secara keseluruhan, bukti menunjukkan bahwa mengurangi penggunaan media sosial atau berhenti menggunakan media sosial dapat memberikan manfaat yang berarti dan dapat bertahan lama.
***

Share this article
Akhir-akhir ini banyak penelitian yang mencari relasi antara penggunaan media sosial dan kesehatan mental.