Psikologi Anak yang Suka Main Game Perang di Smartphone, Benarkah Menjadikan Mereka Agresif?

Para orang tua, mari kita selidiki faktor psikologis di balik kecintaan anak-anak terhadap game perang di smartphone.
Para orang tua, mari kita selidiki faktor psikologis di balik kecintaan anak-anak terhadap game perang di smartphone.

AYOJAKARTA.COM - Dalam beberapa tahun terakhir, perangkat tablet dan ponsel pintar telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, terutama di kalangan generasi muda.

Dengan berbagai fitur canggih seperti layar sentuh, konektivitas Wi-Fi, dan aplikasi hiburan, perangkat ini menawarkan banyak sekali kemungkinan.

Salah satu penggunaan yang paling populer adalah bermain game digital, yang dikenal dengan istilah game ponsel.

Di antara banyak jenis game yang tersedia, permainan bertema perang mendapatkan popularitas yang signifikan di kalangan anak-anak.

Namun, apa sebenarnya yang mendorong ketertarikan mereka terhadap medan perang virtual ini?

Baca Juga: 6 PTN Ini Buka Jalur Masuk dan Beasiswa untuk Tahfidz Qur'an, PTN Mana Saja?

Mari kita selidiki faktor psikologis di balik kecintaan anak-anak terhadap game perang di smartphone.

1. Sensasi dan Tantangan

Game perang menawarkan sensasi dan tantangan yang membuat anak-anak merasa bersemangat dan terlibat. Elemen kompetisi, strategi, dan adrenalin yang terlibat dalam game perang memberikan stimulasi mental yang kuat dan memuaskan.

2. Peran dan Identitas

Anak-anak sering kali suka memerankan karakter pahlawan atau pejuang dalam game perang, yang dapat memperkuat rasa identitas dan harga diri mereka. Memainkan peran dalam game ini memungkinkan mereka untuk mengeksplorasi berbagai aspek dari diri mereka yang mungkin tidak bisa dilakukan dalam kehidupan nyata.

Baca Juga: Tips Android: Begini Cara Menelepon Tanpa Menyentuh Ponsel atau Memencet Nomor yang Akan Dipanggil

3. Pengaruh Sosial

Norma sosial dan pengaruh teman sebaya memainkan peran besar dalam keterlibatan anak-anak dengan game perang. Jika teman-teman mereka juga bermain game yang sama, anak-anak cenderung ikut serta untuk merasa menjadi bagian dari kelompok sosial mereka.

4. Kepuasan Instan

Game perang sering kali dirancang untuk memberikan kepuasan instan melalui pencapaian dan penghargaan cepat, seperti level up, mendapatkan senjata baru, atau mengalahkan lawan. Hal ini memberikan dorongan dopamin yang membuat anak ingin terus bermain.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh George Koutromanos menyelidiki niat siswa sekolah dasar (usia 11–12) untuk bermain game ponsel di waktu senggang mereka

Dalam publikasinya yang berjudul "Understanding Primary School Students’ Desire to Play Games on Smart Mobile Devices in their Leisure Time" dia membeberkan sejumlah temuan menarik:

1. Sikap

Sikap anak-anak terhadap bermain game ponsel berpengaruh signifikan terhadap niat mereka untuk terus bermain. Sikap positif dikaitkan dengan keterlibatan yang berkelanjutan.

2. Norma Subjektif

Norma sosial berperan penting. Jika anak-anak merasa bahwa teman sebaya atau anggota keluarganya menyetujui permainan perang, kemungkinan besar mereka akan terus melakukannya.

3. Peluang Belajar yang Dirasakan

Anak-anak yang percaya bahwa memainkan permainan ini meningkatkan pengalaman belajar mereka akan lebih termotivasi untuk terus bermain.

4. Persepsi Kemudahan Penggunaan

Kemudahan anak-anak mengakses dan memainkan permainan ini memengaruhi niat mereka. Antarmuka yang ramah pengguna dan gameplay yang lugas berkontribusi pada keterlibatan yang berkelanjutan.

5. Desain Antarmuka dan Portabilitas

Antarmuka yang dirancang dengan baik dan portabilitas perangkat ponsel berkontribusi pada pengalaman bermain game secara keseluruhan.

Meskipun tidak spesifik untuk permainan perang, penting untuk mempertimbangkan dampak yang lebih luas dari video game kekerasan terhadap anak-anak.

Penelitian menunjukkan bahwa paparan konten kekerasan dapat menyebabkan:

- Pikiran Agresif: Anak-anak yang memainkan permainan kekerasan dapat mengembangkan pola pikir agresif.

- Perasaan Marah: Meningkatnya paparan terhadap kekerasan dapat menimbulkan perasaan marah.

- Gairah Fisiologis: Denyut jantung dan respons fisiologis dapat meningkat selama bermain game.

- Penurunan Empati: Permainan kekerasan dapat mengurangi empati dan perilaku prososial.

- Efek Perilaku: Beberapa penelitian menunjukkan adanya korelasi antara paparan game yang mengandung kekerasan dan perilaku menyimpang.

Terlepas dari potensi risikonya, game ponsel dapat memberikan manfaat pendidikan.

Baca Juga: Tes IQ: Buktikan Kehebatan Mata dengan Tenemukan Kuda Paus atau Walrus di Antara Babi!

Guru dan orang tua dapat memanfaatkan permainan yang dirancang dengan baik untuk meningkatkan pengalaman belajar. Dengan memahami faktor psikologis yang mendorong keterlibatan anak, pendidik dapat menciptakan peluang pembelajaran yang bermakna dalam konteks permainan.

Kecintaan anak terhadap game perang di smartphone dipengaruhi oleh berbagai faktor psikologis. Seiring dengan terus berkembangnya teknologi, pendidik dan orang tua harus menjaga keseimbangan antara hiburan dan pendidikan, memastikan bahwa pengalaman bermain game anak-anak berkontribusi positif terhadap perkembangan mereka secara keseluruhan.

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# main game
# Psikologi
# Smartphone
# Perang

News Update

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.

Metropolitan

Kualitas Udara Jakarta Memburuk, DLH Perkuat Early Warning System hingga Pelari Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan!

Belakangan ini, jagat media sosial tengah ramai dengan imbauan bagi para pelari untuk mengurangi aktivitas olahraga di luar ruangan akibat memburuknya kualitas udara di Jakarta.

Bisnis

Pertamina Drilling Tuntaskan Pengeboran Sumur JAS-034 Tanpa Kecelakaan, Hasil Uji Produksi Capai 326 BOPD

PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) berhasil menyelesaikan pengeboran sumur Rig PDSI#15.3/N110-M (1500 HP) pengembangan JAS-034 milik PT Pertamina EP Zona 7

Metropolitan

Ibu Kota Darurat Sampah, Pemprov DKI Jakarta Kebut Pembangunan PSEL di Dua Lokasi Ini!

Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan langkah cepat untuk mengatasi persoalan sampah yang semakin mendesak di ibu kota.

Metropolitan

Tekan Sampah ke Bantargebang, Pramono Anung Bakal Hidupkan Kembali TPS3R di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berkomitmen untuk mengatasi persoalan sampah di ibu kota dengan mengoptimalkan peran Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

Metropolitan

Atasi Masalah Sampah, Pemprov DKI Jakarta Dorong Sekolah Manfaatkan Lahan untuk Urban Farming!

Pemprov DKI Jakarta kini tengah gencar mendorong seluruh sekolah di ibu kota untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruang hijau dan lahan terbuka.

Nasional

Kemenkum Naikkan Tarif Lepas Status WNI, Apa Saja yang Berubah di PP No. 30 Tahun 2026?

Melalui PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, tarif lepas WNI naik jadi Rp3,5-5 juta & naturalisasi WNA Rp75 juta. Kenaikan ini ditujukan untuk modernisasi layanan digital Kemenkum.

Metropolitan

Pramono Anung Minta Warga Waspadai Kebakaran di Musim Kemarau, APAR Disiapkan di Setiap RW

Imbauan tersebut disampaikan menyusul prediksi BMKG yang menyebut musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang dengan kondisi cuaca yang lebih

Gadget

Resmi Meluncur 22 Juli, Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra Bawa Layar Anti-Reflektif Bebas Silau!

Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra rilis 22 Juli 2026 dengan layar anti-reflektif khusus, kamera telefoto, dan lipatan minim. Varian standar dibanderol mulai Rp35 jutaan beserta lini Galaxy Watch 9.

Jakarta Selatan

Pramono Resmikan Bedah Rumah di Mampang Bekas Kebakaran, 22 KK Kini Miliki Hunian yang Lebih Layak

Program ini adalah wujud kolaborasi multipihak untuk mempercepat pemulihan warga yang terdampak kebakaran.