AYOJAKARTA.COM - Bullying adalah kejahatan antar-manusia yang paling kuno dan akan tetap terus ada selama masih ada manusia.
Memimpikan lingkungan sosial tanpa bully mungkin masuk ke dalam kategori utopia alias mustahil.
Meski demikian, kita tidak boleh menormalisasi bullying dan hidup berdampingan dengannya.
Baca Juga: 9 Jurusan Kuliah Termurah di UNDIP: Biaya UKT Tahun Akademik 2024-2025 Tak Sampai Rp7,5 Juta!
Bullying harus dilawan, tapi dengan cara yang elegan. Akun TikTok @gurubkzamannow membagikan cara menghadapi bullying verbal dengan cara yang elegan dan efektif.
Yang pertama, jaga ketenangan emosi. Cobalah untuk tetap tenang dan tidak terbawa emosi ketika kamu dihadapkan pada bullying verbal.
Ini akan membantu kamu berpikir lebih jernih.
Yang kedua, beri dampak positif. Cobalah untuk merespons dengan kalimat atau kata-kata yang positif dan mendukung.
Contohnya, “Saya sih menghargai pendapat kamu, tetapi saya memiliki pendapat yang berbeda. Dan itu sama-sama keren.”
Yang ketiga, jadilah tegas ketika kamu merespons bullying verbal. Lakukan dengan sikap yang tegas namun sopan. Jangan membiarkan bullying verbal mengganggumu.
Misalnya, “Saya coba mendengarkan kamu jika kamu berbicara dengan lebih sopan dan lebih baik.”
Yang keempat, gunakan humor. Terkadang, menggunakan humor ringan dapat membantu meredakan situasi tanpa meningkatkan ketegangan.
Baca Juga: Psikologi Seseorang yang Suka Memakai Jam Tangan di Tangan Kanan: Miliki Intuisi yang Kuat!
Tapi pastikan humor yang kamu gunakan tidak merendahkan atau menghina si pembully.
Yang kelima, ambil jarak emosional. Cobalah untuk menjauhkan diri secara emosional dari kata-kata atau tindakan bully.
Ingatkan dirimu bahwa pendapat dan tindakan orang lain tidak mendefinisikan nilaimu.
Yang keenam, gunakan pernyataan saya. Ungkapkan perasaan dan perspektif kamu dengan menggunakan pernyataan saya daripada kamu.
Baca Juga: Update Pencairan PKH dan BPNT Mei-Juni 2024, Terpantau Baru Bank Ini yang Salurkan Dana ke KPM
Ini dapat membantu menghindarkan tudingan dan menunjukkan bahwa kamu berbicara tentang pengalaman kamu sendiri, bukan pembully.
Yang ketujuh, ajukan pertanyaan yang provokatif. Misalnya, “Kenapa ya kamu perlu berkata seperti itu?” Atau, “Bagaimana yang kamu rasakan jika kamu berada di posisi saya?”
Yang kedelapan, penting menghindari balas dendam. Jangan pernah tergoda untuk membalas dengan kata-kata yang sama-sama kasar atau merendahkan.
Ini hanya akan memperburuk situasi dan menjatuhkan kamu ke tingkat bully yang lebih besar lagi.
Yang kesembilan, cari dukungan. Jika bullying verbal berlanjut atau berkepanjangan, carilah dukungan dari teman, keluarga, atau otoritas yang dapat membantu menyelesaikan masalah ini.
Yang kesepuluh, laporkan kepada pihak yang berwenang jika bully verbal terus berlanjut dan mengganggu.
Pertimbangkan untuk melaporkannya kepada pihak berwenang seperti guru, atasan, atau polisi jika perlu.
Baca Juga: MRP Tahap Kelima Beras 10 Kg Sudah Cair, Ini Daerah yang Sudah Mulai Menyalurkan
Yang kesebelas, lindungi diri kamu sendiri. Penting, sangat penting dan terpenting, prioritaskan keselamatan dan kesejahteraan kamu.
***
Share this article
Bullying adalah kejahatan antar-manusia yang paling kuno dan akan tetap terus ada selama masih ada manusia.