AYOJAKARTA.COM - Jatuh cinta merupakan proses kompleks yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk biologi.
Ahli biologi Dawn Maslar telah mempelajari bagaimana proses otak mencintai lawan jenis atau jatuh cinta.
Ternyata Maslar menjelaskan secara neurosains telah menemukan perbedaan signifikan antara laki-laki dan perempuan.
Baca Juga: 5 Tanda Psikologi Seorang Wanita yang Sedang Jatuh Cinta Namun Berusaha Menyembunyikannya
Dikutip dari akun TikTok @wellwithkel, Maslar menyebut fenomena ini sebagai "neuroscience of dating".
Mari kita telusuri ilmu ketertarikan dan bagaimana otak kita membimbing kita dalam memilih pasangan.
Ilmu Ketertarikan
Ketertarikan antara dua orang dimulai dengan pelepasan neurotransmiter yang menurunkan pertahanan kita dan mengurangi kecemasan.
Proses ini dapat menimbulkan respons fisik seperti detak jantung yang lebih cepat dan rasa gembira.
Otak reptil, bagian paling primitif dari otak kita, memainkan peran penting dalam proses ini dengan menggunakan dua prinsip utama untuk membantu kita memilih pasangan.
Baca Juga: Ini Dia 15 Fakta Psikologis Menarik tentang Ketertarikan, Adakah Dia Jatuh Cinta Kepadamu?
Memilih Mitra Berdasarkan Pertentangan Genetik
Salah satu faktor kunci dalam ketertarikan adalah pemilihan pasangan yang gennya sangat bertentangan dengan gen kita.
Mekanisme biologis ini bertujuan untuk menghasilkan keturunan yang sehat dengan menggabungkan materi genetik yang beragam.
Dorongan bawaan ini memastikan bahwa generasi berikutnya memiliki peluang lebih baik untuk bertahan hidup dan mendapatkan kesehatan.
Prinsip Kesamaan
Faktor penting lainnya dalam daya tarik adalah prinsip kesamaan. Kita secara tidak sadar mencari pasangan yang mirip dengan orang tua, saudara, atau orang dekat kita lainnya.
Kecenderungan ini berasal dari pengalaman awal kita dan hubungan yang kita bentuk selama masa kanak-kanak.
Ciri-ciri yang akrab ini membuat kita merasa aman dan dicintai, sejalan dengan keyakinan bahwa "kita menerima cinta yang menurut kita pantas kita terima".
Baca Juga: 9 Tanda Dia Adalah Jodohmu, di Antaranya Punya Kesamaan Nilai dan Humor
Otak Laki-laki vs. Perempuan dalam Cinta
Penelitian Maslar menyoroti perbedaan nyata antara cara otak laki-laki dan perempuan merasakan cinta.
Meskipun mekanisme biologis yang mendasarinya serupa, pemicu dan responsnya dapat sangat bervariasi.
Otak Laki-laki
Pada laki-laki, proses ketertarikan seringkali lebih bersifat visual dan langsung.
Pelepasan dopamin, neurotransmitter yang terkait dengan kesenangan dan penghargaan, memainkan peran penting dalam tahap awal ketertarikan.
Laki-laki lebih cenderung jatuh cinta dengan cepat, didorong oleh isyarat visual dan keinginan untuk dekat secara fisik.
Otak Perempuan
Pada perempuan, proses jatuh cinta biasanya terjadi secara bertahap.
Pelepasan oksitosin, yang sering disebut sebagai “hormon cinta”, sangat penting dalam membangun hubungan emosional dan kepercayaan.
Perempuan lebih cenderung tertarik pada pasangan yang menunjukkan sifat stabilitas, kebaikan, dan potensi jangka panjang.
Kesimpulan
Memahami neurosains dalam berkencan membantu kita menghargai proses rumit yang memandu kita dalam menemukan dan jatuh cinta.
Dengan mengenali perbedaan cara otak laki-laki dan perempuan merasakan proses otak mencintai lawan jenis atau ketertarikan, kita dapat mengarahkan hubungan dengan lebih baik dan membinanya lebih dalam.***

Share this article
Pernah terpikir bagaimana proses otak mencintai lawan jenis, simak berikut ini penjelasan secara neurosains.