AYOJAKARTA.COM – Manipulasi merupakan suatu tindakan yang selalu dipergunakan oleh Manipulator untuk membuat orang lain bersedia melakukan suatu keinginan.
Bertujuan untuk bisa memuaskan keinginan maupun ego pribadi, manipulator yang nir empati bisa menggunakan berbagai macam cara untuk dapat menjerat korban.
Selain membujuk secara persuasif, manipulator juga bisa melakukan teknik manipulasi dengan melakukan ancaman secara emosional, psikis bahkan fisik.
Bagi para manipulator, rasa empati, kedekatan emosional, pikiran bahkan nilai sakral dari suatu hubungan merupakan pintu masuk untuk menjalankan aksinya.
Karena sifatnya yang sangat halus namun bisa berdampak sangat mematikan, penting bagi setiap individu menyadari cara manipulator menjalankan tindakannya.
Kecenderungan pertama yang sering ditampilkan oleh manipulator adalah menunjukkan perilaku menawan, kesan sangat baik, dan dapat dipercaya.
Metode kedua yang sering dilakukan oleh manipulator adalah mudah dalam memberikan sanjungan, karena hampir setiap individu menyukai sanjungan.
Sanjungan atau pernyataan menyenangkan, akan membuat korban melonggarkan batasan dan kewaspadaan untuk kemudian dihancurkan.
Metode ketiga yang dilakukan oleh manipulator adalah dengan melakukan pengabaian atau menghindar sehingga emosi korban terjerat dan mulai merasa sangat dibutuhkan.
Keempat, seorang manipulator akan cenderung menggunakan emosi baik sedih atau bahagia untuk bisa mendapatkan apa yang diinginkan.
Selama korban masih memberikan respon atau tanggapan, hal tersebut bisa merupakan pintu masuk untuk terus melakukan manipulasi.
Metode kelima yang selalu dilakukan oleh manipulator adalah tidak memberikan cukup waktu untuk melakukan pertimbangan dalam mengambil suatu keputusan.
Keenam, seorang manipulator akan membuat lelucon atau guyonan tentang korban di hadapan orang lain untuk mendapatkan respon atau tanggapan.
Jika korban memberikan reaksi atau bahkan perlawanan, manipulator akan dengan cepat memposisikan diri sebagai korban atau sekedar guyonan.
Metode ketujuh yang sering dilakukan oleh manipulator adalah dengan memanfaatkan rasa bersalah korban untuk mendapat lebih banyak keuntungan.
Metode kedelapan yang biasa dilakukan oleh manipulator adalah dengan berperilaku agresif atau berteriak untuk mendapatkan perhatian serta dominasi.
Metode selanjutnya yang menjadi cara manipulator dalam melakukan tindakannya adalah enggan untuk mencapai kesepakatan dan menolak tanggung jawab.
Sepuluh, seorang manipulator akan meremehkan pekerjaan melalui sarkasme untuk memperolok-olok dan merendahkan mentalitas dari korbannya.
Karena tidak berani bertanggung jawab atas setiap perilakunya, metode kesebelas yang sering dilakukan oleh manipulator adalah menyalahkan korban.
Setiap perilaku asertif atau kesadaran yang ditunjukan oleh korban, akan dianggap sebagai bentuk penyangkalan dan pembangkangan oleh manipulator.

Share this article
Kecenderungan pertama yang sering ditampilkan oleh manipulator adalah menunjukkan perilaku menawan, kesan sangat baik, dan dapat dipercaya.