AYOJAKARTA.COM - Gunung Bromo, yang terletak di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, sering kali menjadi tujuan wisata favorit.
Namun, beberapa waktu terakhir, Gunung Bromo menarik perhatian lebih banyak wisatawan karena fenomena alam yang unik, yaitu embun es atau frost yang menyelimuti kawasan tersebut. Fenomena ini memberikan pemandangan yang luar biasa dan pengalaman tak terlupakan bagi para pengunjung.
Fenomena Embun Es di Gunung Bromo
Penyebab terjadinya embun es di Gunung Bromo terjadi karena penurunan suhu yang ekstrem selama musim kemarau. Suhu udara di kawasan TNBTS bisa mencapai 2 hingga 6 derajat Celsius pada pagi hari, bahkan pada beberapa kesempatan bisa turun hingga di bawah nol derajat Celsius.
Baca Juga: Persiapan Pelantikan Wapres RI, Gibran Rakabuming Raka Resmi Undur Diri dari Walikota Solo
Angin monsun timuran yang membawa udara dingin dari Australia melewati Indonesia, menyebabkan hawa dingin yang ekstrem di wilayah selatan Indonesia, termasuk Gunung Bromo.
Embun es biasanya muncul pada pagi hari sebelum matahari terbit, terutama di sekitar Gunung Bromo dan Ranu Pani. Pemandangan embun es ini bisa dinikmati oleh wisatawan yang berada di ketinggian 500 meter di atas permukaan laut (MDPL). Fenomena ini biasanya terjadi tiap tahun pada bulan Juli hingga Agustus.
Keindahan Alam yang memikat serta fenomena embun es memberikan pemandangan yang memukau di sekitar Gunung Bromo. Beberapa area seperti savana dan lautan pasir terlihat tertutup oleh lapisan es tipis, menciptakan pemandangan seperti salju yang jarang ditemui di daerah tropis.
Tanaman yang sebelumnya berwarna hijau juga tampak tertutup oleh lapisan es putih tipis, menambah keindahan alam yang eksotis. Keunikan fenomena embun es ini menarik minat banyak wisatawan untuk mengunjungi Gunung Bromo.
Meski suhu udara sangat dingin, para pengunjung tetap antusias untuk menyaksikan fenomena ini secara langsung. Beberapa bahkan rela datang pada dini hari untuk dapat menikmati pemandangan embun es sebelum matahari terbit.
Walaupun embun es memberikan pemandangan yang menakjubkan, suhu yang dingin juga dapat mempengaruhi ekosistem di sekitar Gunung Bromo.
Tanaman yang terkena embun es bisa mengalami kerusakan, dan hewan-hewan di kawasan tersebut juga harus beradaptasi dengan suhu yang lebih rendah dari biasanya.
Saran dari Balai Besar TNBTS
Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) menghimbau para pengunjung untuk mempersiapkan diri dengan baik sebelum mengunjungi Gunung Bromo selama musim kemarau. Pengunjung disarankan membawa pakaian hangat yang memadai seperti jaket tebal, sarung tangan, dan topi untuk menjaga tubuh tetap hangat.
Beberapa tips untuk wisatawan saat mengunjungi Gunung Bromo:
Pakaian Hangat: Kenakan pakaian berlapis dan jaket tebal untuk melindungi diri dari udara dingin.
Makanan dan Minuman: Bawa makanan dan minuman hangat untuk menjaga energi dan suhu tubuh.
Baca Juga: Tak Banyak yang Tahu, 9 Fakta Psikologi Kepribadian Pemilik Golongan Darah A Ternyata Begini...
Obat-obatan: Siapkan obat-obatan pribadi, terutama jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu yang bisa dipengaruhi oleh suhu dingin.
Perlengkapan Fotografi: Jangan lupa membawa kamera atau smartphone untuk mengabadikan momen langka ini.
Fenomena embun es di Gunung Bromo adalah salah satu keajaiban alam yang menawarkan pemandangan indah dan pengalaman unik bagi para pengunjung.
Meskipun suhu dingin Gunung Bromo bisa menjadi tantangan, persiapan yang baik akan memastikan Anda dapat menikmati keindahan alam ini dengan nyaman dan aman. Jadi, jika Anda memiliki kesempatan, jangan lewatkan untuk menyaksikan sendiri keajaiban embun es di Gunung Bromo.***
Baca Juga: 5 Ide Bisnis yang Bikin Kamu Auto Cuan Setiap Hari, Bisa Dilakukan di Rumah, loh!

Share this article
Warganet tengah ramai memperbincangkan wisata Gunung Bromo yang diselimuti es. Netizen soroti suhu ekstrem yang berpotensi melanda.