AYOJAKARTA.COM – Dalam menjalin relasi atau interaksi sosial sehari-hari, gaya bicara seseorang memegang peranan yang sangat penting.
Melalui gaya bicara yang disampaikan, proses pertukaran informasi maupun muatan makna percakapan akan dapat berubah menjadi jembatan ide atau gagasan.
Selain dari pilihan frasa atau kata-kata yang dipergunakan, intonasi dan kecepatan, konstruksi berpikir seseorang juga bisa diketahui melalui gaya bicara.
Lebih dari sekedar berfungsi sebagai jembatan gagasan dan konstruksi berpikir, gaya bicara juga mencerminkan kepribadian dari pembicara.
Sebagai salah satu pertimbangan dalam merancang sistem pendukung sosial, berikut adalah cara mengenali kepribadian orang lain berdasarkan gaya bicara.
Jenis yang menempati urutan pertama untuk dapat mengenali kepribadian seseorang adalah Gaya Cepat Bicara atau sering disebut Nyerocos.
Selain mencerminkan individu yang energik, antusias, dan impulsif, individu dengan gaya bicara yang cepat juga terkadang tidak sesuai dengan fakta atau manipulatif.
Sedangkan gambaran kepribadian yang berkebalikan dari individu yang cepat bicara adalah orang dengan Gaya Bicara Lambat.
Disamping penuh dengan kehati-hatian dan tidak takut salah, gaya bicara yang lambat namun akurat juga sering merupakan gambaran individu introvert.
Jenis ketiga adalah Lancar Bicara, atau merupakan gambaran dari seseorang yang memiliki kepercayaan diri, persuasif dan terpelajar.
Baca Juga: Pilih Organisasi vs Kepanitiaan: Berikut Keunggulan Masing-Masing untuk Maba yang Masih Bingung
Berbeda dengan jenis pertama yang cenderung reaktif, gaya lancar bicara merupakan bentuk kemampuan seseorang dalam mengelola emosi.
Keempat, berbicara dengan Nada Tinggi mencerminkan individu yang ekspresif dan emosional, antusias serta cenderung mudah mengalami stimulus atau rangsangan.
Sedangkan individu yang berbicara dengan Nada Rendah, selain bisa menggambarkan individu sabar, cerdas dalam meregulasi emosi, juga karena mengalami rasa minder.
Cara berbicara keenam adalah individu yang berbicara dengan Intonasi Monoton, menggambarkan orang emosi datar, serta cenderung ragu.
Sementara individu yang memiliki gaya bicara dengan Intonasi Naik-Turun, menggambarkan pribadi ramah, ceria, berpikiran terbuka dan mudah bergaul.
Jenis gaya bicara kedelapan adalah berbicara dengan Volume Suara Tinggi, mencerminkan individu berkepribadian tegas, percaya diri, agresif dan cenderung ingin mendominasi.
Kebalikan dengan sebelumnya, individu pemilik gaya bicara dengan Volume Suara Rendah dikenal karena kepribadiannya yang sopan, santai namun cenderung kurang percaya diri.
Baca Juga: Rekapitulasi Hasil SKD 4 Sekolah Kedinasan di Lokasi Kantor Regional I BKN
Gaya bicara kesepuluh yang dapat dijadikan sebagai acuan dalam mengenali kepribadian orang lain adalah Repetisi Frasa atau mengulang kata-kata tertentu.
Selain menggambarkan individu yang kurang percaya diri dan membosankan, pengulangan kata juga mencerminkan tingginya keraguan atau kurang yakin.

Share this article
Lebih dari sekedar berfungsi sebagai jembatan gagasan dan konstruksi berpikir, gaya bicara juga mencerminkan kepribadian dari pembicara.